Pemkab Lumajang Tetapkan Status Darurat Hidrometeorologi

Adeapryanis • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 10:49 WIB
EVAKUASI: Petugas saat membantu proses evakuasi tanah longsor di Lumajang.
EVAKUASI: Petugas saat membantu proses evakuasi dan meninjau langsung kejadian tanah longsor di Lumajang.

RADAR JEMBER - Pemkab Lumajang resmi menetapkan masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama dua bulan.

 Hal ini dilakukan menyusul adanya sejumlah bencana alam yang terjadi selama musim penghujan.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho menjelaskan, status siaga tersebut resmi diberlakukan sejak 2 November 2026 dan baru berakhir pada 1 Januari 2027.

Sebab, sejauh ini potensi bencana hidrometeorologi basah di musim penghujan sudah melanda 7 kecamatan.

Mencakup, bencana banjir lahar Gunung Semeru yang menerjang Kecamatan Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, hingga Tempursari.

Selanjutnya, disusul bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Senduro, Pronojiwo, hingga Tempursari.

Kemudian juga bencana pohon tumbang yang melanda kawasan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Sementara, bencana banjir genangan akibat debit air sungai yang meluap juga menerjang Kecamatan Rowokangkung, hingga Jatiroto.

“Ini langkah dari kami dan SK siaga darurat bencana sudah ditetapkan, memang sejauh ini sudah banyak bencana alam yang terjadi selama penghujan,” ucapnya.

Sementra itu, kecamatan Tempursari menjadi kawasan terdampak paling parah

diakibatkan karena tanggul penahan aliran Sungai Glidik yang dilewati banjir lahar Semeru di kawasan tersebut sudah jebol.

Bahkan, sebanyak 3 rumah di Dusun Tamansari, Desa Purorejo, ambruk disapu banjir lahar. 
Terdapat juga 10 rumah lain yang berpotensi mengalami kerusakan serupa.

“Tempursari perbatasan Lumajang-Malang di aliran Kali Glidik. Itu paling parah. Buka hanya Tempursari, kecamatan lainnya juga menjadi atensi kami. Saat kami masih melakukan asesmen untuk mendata mana saja yang rusak, dan apa saja yang dibutuhkan warga,” tambahnya. 

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan memperkuat kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang sungai maupun kawasan rawan longsor.

“Alhamdulillah, kondisi warga saat ini aman. Namun, masyarakat tetap harus waspada karena curah hujan masih tinggi,” pungkasnya. (dea)

Editor : Adeapryanis
Tanah Longsor Lumajang