Radar Semeru - Memiliki kerawanan bencana alam yang cukup tinggi, Pemkabb Lumajang terus memperkuat kesiapsiagaan fiskal daerah.
Dalam R-APBD tahun 2027, setidaknya anggaran belanja tidak terduga (BTT) dialokasikan sebesar Rp 10 miliar.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan, posisi geografis Lumajang berhadapan langsung dengan beragam risiko bencana alam, mulai dari erupsi Gunung Semeru, gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, hingga kekeringan dan angin puting beliung.
Baca Juga: Terekam Jejak Kaki Mengarah ke Kebun Tebu, Dua Sapi Milik Warga Randuagung Lumajang Raib Dicuri
Oleh karena itu, penyediaan pos BTT menjadi instrumen wajib untuk mitigasi dan penanganan kondisi darurat.
”Pengalaman menghadapi erupsi Gunung Semeru dan bencana lainnya mengajarkan bahwa kesiapan fiskal harus menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan. Alokasi BTT sebesar Rp 10 miliar disiapkan sebagai bentuk kesiapsiagaan,” katanya.
Selain fokus pada penanganan tanggap darurat bencana, dana BTT tersebut juga dirancang untuk mengantisipasi berbagai risiko fiskal non-alam lainnya.
Di antaranya adalah penanganan dampak inflasi daerah, penyaluran bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya, pengembalian kelebihan pendapatan tahun sebelumnya, serta keperluan mendesak daerah yang butuh penanganan cepat.
Baca Juga: Antrean Mengular Ratusan Meter di SPBU Lumajang, Warga Keluhkan Sulitnya Dapatkan BBM Subsidi
“Total belanja daerah TA 2027 yang direncanakan mencapai Rp 2,163 triliun, keberadaan pos BTT menjadi jaring pengaman utama untuk menjaga stabilitas pelayanan publik dan perlindungan warga saat situasi darurat terjadi,” pungkasnya. (son/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh