Radar Semeru - Program pemberdayaan keluarga tidak boleh sekadar terlaksana tanpa arah yang jelas.
Evaluasi dan pencatatan yang tertata menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua TP PKK Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma saat menghadiri monev terpadu di Kantor Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir.
Baca Juga: Antrean Mengular Ratusan Meter di SPBU Lumajang, Warga Keluhkan Sulitnya Dapatkan BBM Subsidi
Penguatan administrasi harus berjalan seiring dengan inovasi kader serta kolaborasi lintas sektor.
Dewi menjelaskan, kader PKK berada di garis terdepan karena berinteraksi langsung dengan warga.
Kedekatan ini menjadi modal penting untuk mengenali persoalan lingkungan, menggali potensi lokal, dan merancang program yang tepat sasaran.
“Sebagai kader PKK harus terus berinovasi dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada agar setiap langkah kegiatan PKK dapat diterima dengan baik di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi lapangan tersebut harus diimbangi dengan tertib administrasi.
Baca Juga: Batal Sumpah Pocong, Isu Tuduhan Santet di Pasirian Lumajang Diselesaikan Lewat Sumpah Alquran
Pencatatan program, dokumentasi, dan pelaporan secara sistematis berfungsi sebagai bahan evaluasi.
Sehingga pengukuran keberhasilan tidak hanya berpatokan pada jumlah kegiatan, tetapi juga pada efektivitas dan kesesuaian kebutuhan warga.
“Melalui keterpaduan antara tertib administrasi, inovasi berbasis kearifan lokal, dan sinergi lintas sektor, PKK optimistis mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemberdayaan yang terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (son/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh