Krisis Air Bersih Meluas, Pemkab Lumajang Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Kekeringan

Adeapryanis • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:45 WIB
MASIH ANTRI: Warga saat antri untuk mendapatkan bantuan air bersih. (ADE APRYANIS/RAME)
MASIH ANTRI: Warga saat antri untuk mendapatkan bantuan air bersih. (ADE APRYANIS/RAME)

Radar Semeru - Pemkab Lumajang resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana kekeringan hingga 11 Desember 2026.   

Hal ini dilakukan untuk merespons musim kemarau yang masih berlangsung hingga menyebabkan krisis air bersih di sejumlah kecamatan. Dampaknya warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kalaksa BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, perpanjangan tersebut dilakukan karena dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Atasi Krisis Air Sawah di Sukodono Lumajang, Alat Berat Diterjunkan Keruk Sungai

Selama masa perpanjangan tanggap darurat, BPBD Lumajang terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Sebab ada 6 kecamatan yang mengalami krisis air bersih diantaranya adalah Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.

Untuk itu, BPBD Lumajang menerjunkan 6 armada truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter disiagakan untuk mendukung distribusi air bersih secara rutin setiap hari.

“Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, terdapat target 250 titik distribusi atau droping air bersih. Sampai saat ini, penyaluran air masih berjalan lancar dengan dukungan para relawan di titik-titik krisis air bersih,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemkab Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari, terhitung sejak 14 Juli hingga 7 Oktober 2026.

Baca Juga: Empat Bulan Sumur Mengering, Warga Senduro Lumajang Irit Air Bersih Demi Memasak dan Wudu

Kemudian, BPBD Lumajang memperpanjang masa tanggap darurat tersebut mulai 8 Oktober hingga 11 Desember 2026.

Pihaknya memprediksi jika musim kemarau di wilayah tersebut mulai berakhir saat memasuki Desember 2026.

Namun, peluang turunnya hujan lebih awal tetap dinantikan secepat mungkin agar krisis air bersih dapat segera teratasi.

“Prediksi BMKG bulan November masuk penghujan, tapi di Lumajang prediksinya terjadi pada Desember. Semoga saja tidak meleset agar krisis air bisa teratasi,” pungkasnya. (dea/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
bpbd lumajang tanggap darurat bencana kemarau panjang Kekeringan Lumajang