Empat Bulan Sumur Mengering, Warga Senduro Lumajang Irit Air Bersih Demi Memasak dan Wudu

Adeapryanis • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 06:15 WIB
KRISIS: Warga Lumajang terdampak kekeringan air bersih membuat mereka hanya mengandalkan bantuan air bersih. (ADE APRYANIS/RAME)
KRISIS: Warga Lumajang terdampak kekeringan air bersih membuat mereka hanya mengandalkan bantuan air bersih. (ADE APRYANIS/RAME)

Radar Semeru - Dampak kemarau panjang kian dirasakan oleh warga Lumajang. Sampai-sampai sumur warga mengering bahkan intensitas untuk mandi terpaksa dikurangi untuk mencukupi kebutuhan air demi memasak, minum dan berwudhu.

Air yang biasanya mudah diperoleh dari sumur kini menjadi kebutuhan yang harus dihitung penggunaannya oleh warga Dusun Sebrang, Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro,  Lumajang.

Selama empat bulan terakhir, sumur warga mengering akibat kemarau panjang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka bergantung pada pasokan air bersih dari bantuan pemerintah.

Baca Juga: Meriah Sambut Atlet Peraih Medali Asian Games 2026, Pemkab Lumajang Beri Reward Spesial

Sumiati, salah satu warga yang terdampak kekeringan di Desa tersebut terpaksa memprioritaskan air untuk kebutuhan paling mendasar, seperti memasak dan minum.

Sebab persediaan air yang ada saat ini tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga, termasuk mencuci pakaian.

Kondisi itu membuat dia harus menghemat air se-efisien mungkin. Termasuk mengurangi frekuensi mandi dari sehari dua kali menjadi sekali sehari. Hal ini dilakukan agar air yang sama juga digunakan untuk berwudu.

“Benar-benar hemat air saat ini, karena sekarang sulit. Kita hanya bisa mengandalkan bantuan air dari pemerintah. Terus yang penting cukup buat sehari-hari dan wudhu,” ucapnya.

Sementara itu, data BPBD Lumajang mencatat, sebanyak 19.771 warga dari 6.064 kepala keluarga yang tersebar di 18 desa terdampak kekeringan.

Baca Juga: Tembus 113 Ribu Kunjungan, Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Jadi Magnet Utama Wisatawan Mancanegara

Wilayah itu meliputi enam kecamatan, yakni Ranuyoso, Klakah, Padang, Gucialit, Senduro, dan Kedungjajang.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho, menjelaskan pemerintah daerah telah mengambil langkah untuk mempercepat penanganan krisis air bersih.

“Berkaitan waktu musim hujan cukup lama, Bupati Lumajang telah bersurat ke Gubernur Jawa Timur berkaitan permintaan bantuan air bersih,” pungkasnya. (dea/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
bpbd lumajang kemarau panjang Kekeringan Lumajang