Radar Semeru - Membangun generasi sehat tak harus berbiaya mahal.
Kebiasaan sederhana menyajikan hidangan ikan di meja makan keluarga dinilai ampuh dalam memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memangkas angka stunting di Kabupaten Lumajang.
Pesan tersebut ditegaskan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat menghadiri sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di Desa Barat, Kecamatan Padang, kemarin.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Jalur Mulut Tambang Candipuro Lumajang: Rem Blong, Dua Truk Pasir Tabrakan Beruntun
Dewi menjelaskan, ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik dan kaya nutrisi penting bagi masa pertumbuhan anak. Asupan ini dinilai vital, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, hingga balita.
"Mari kita ubah pola pikir bahwa makan ikan hanya pada waktu tertentu. Ikan harus menjadi bagian dari menu keluarga sehari-hari," ajak Dewi di hadapan warga.
Menurutnya, pemenuhan gizi keluarga tidak menuntut pembelian jenis ikan berharga mahal.
Masyarakat diimbau memprioritaskan jenis ikan lokal yang mudah didapatkan di pasar tradisional dan sesuai dengan kemampuan ekonomi.
Kreativitas mengolah ikan menjadi hidangan menarik juga dinilai efektif agar disukai anak-anak sejak usia dini.
Pencegahan stunting harus diintervensi sedini mungkin mulai dari masa kehamilan melalui pola makan beragam, seimbang, dan kaya protein.
Baca Juga: Pemkab Lumajang Kebut Perbaikan 40 Ruas Jalan Rusak, Bupati Tinjau Rowokangkung
"Pencegahan stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tapi kualitas tumbuh kembang anak jangka panjang. Mari kita mulai dari keluarga sendiri: makan ikan, makan bergizi, hidup sehat, dan cegah stunting," pungkasnya. (son/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh