Dampak El Nino dan Cuaca Kering, Produksi Pisang di Lumajang Anjlok Tajam hingga 40 Persen

Atieqson Mar Iqbal • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 05:23 WIB
RAWAT: Salah satu petani saat melakukan perawatan tanaman pisang, kemarin. (ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
RAWAT: Salah satu petani saat melakukan perawatan tanaman pisang, kemarin. (ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)

Radar Semeru - Fenomena El Nino dan kondisi cuaca kering  mulai memukul sektor hortikultura di Lumajang.

Salah satu komoditas unggulan yang terdampak cukup parah adalah pisang, dengan penurunan produksi diperkirakan mencapai 40 persen.

Guna mengantisipasi penurunan hasil panen yang kian dalam, Dinas  Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyiapkan strategi penanganan terpadu lewat Project Horticulture Development in Dryland Areas (HDDAP).

Kabid Hortikultura DKPP Lumajang Hendra Suwandaru menjelaskan, 
tekanan cuaca ekstrem sangat memengaruhi produktivitas tanaman pisang di wilayahnya.

Baca Juga: 1.688 Permohonan Santunan Kematian Cair, Dinsos P3A Lumajang Pastikan Tanpa Penolakan

"Komoditas pisang terdampak besar, hasilnya turun sampai 40 persen. Kami sudah ada Project HDDAP untuk lahan kering yang digarap dari hulu sampai hilir," ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan lahan kering memerlukan penanganan intensif, terutama pada ketersediaan sarana irigasi serta pendampingan budi daya.

Melalui Project HDDAP, penguatan tidak hanya dilakukan pada masa tanam, tetapi juga hingga penanganan pascapanen.

"Mulai dari irigasi sampai nanti pascapanen kami garap semua untuk 
bisa meningkatkan dan menjaga hasil petani," tambahnya.

Baca Juga: Ancaman Kemarau Bikin Panik! Pemkab Lumajang Ajukan Bantuan Irigasi Perpompaan

Melalui pendekatan terintegrasi ini, Pemkab Lumajang berharap para 
petani pisang dan komoditas hortikultura lainnya tetap dapat mempertahankan produktivitas lahan serta menjaga pasokan pasar di tengah keterbatasan air. (son)

Editor : Imron Hidayatullahh
produksi pisang el nino DKPP Lumajang Lumajang produktivitas pertanian