Radar Semeru - Harga cabai rawit merah saat ini seperti emas. Angkanya terus mengalami kenaikan. Tercatat per hari ini harganya tembus Rp 72 ribu per kilogram.
Penyebabnya karena pengaruh cuaca yang membuat produktivitasnya menurun.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar di Lumajang berada di kisaran Rp 65 ribu per kilogram pada awal Oktober 2026.
Baca Juga: 1.688 Permohonan Santunan Kematian Cair, Dinsos P3A Lumajang Pastikan Tanpa Penolakan
Kemudian sejak Sabtu (3/10) harganya meningkat menjadi Rp 72.500 per kilogram.
Hal ini membuat konsumen mengeluh. Mereka sambat dengan harga kebutuhan dapur yang mulai merangkak naik.
Padahal sebelumnya harganya di bawah itu. Kondisi ini membuat mereka harus menurunkan jumlah kebutuhan selama beberapa hari kedepan sampai harganya kembali normal.
“Gak tau kenapa tiba-tiba harganya naik. Ya terpaksa diturunkan daya belinya,” ucap Nanik konsumen.
Namun, bagi pelaku UMKM kuliner kenaikan harga cabai menjadi pukulan keras.
Baca Juga: Ancaman Kemarau Bikin Panik! Pemkab Lumajang Ajukan Bantuan Irigasi Perpompaan
Mereka terpaksa membeli sesuai kebutuhan untuk mempertahankan kualitas dan cita rasa makanannya.
“Kalau saya kan spesialis makanan pedas, jadi penggunaan cabai itu selalu banyak. Kalau sudah begini untungnya menipis,” pungkas Lidiya.
Kenaikan harga tersebut diduga terjadi akibat kondisi produksi yang dipengaruhi keterbatasan ketersediaan air, cuaca panas, serta dampak El Nino. (dea/son)
Editor : Imron Hidayatullahh