Radar Semeru - Pemkab Lumajang terus menggenjot cakupan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta perekaman KTP elektronik (KTP-el).
Tak hanya menunggu di kantor, petugas terjun langsung mendatangi ruang publik hingga sekolah.
Layanan jemput bola ini salah satunya digelar saat ajang CFD. Petugas membuka lima jenis layanan sekaligus, mulai dari penerbitan KK, akta kelahiran, akta kematian, perekaman KTP-el, hingga aktivasi IKD.
Baca Juga: Ancaman Kemarau Bikin Panik! Pemkab Lumajang Ajukan Bantuan Irigasi Perpompaan
Selain fasilitas umum, Tim Reaksi Cepat Pelayanan (RCP) Dispendukcapil juga menyasar para pelajar usia pemula.
Perekaman KTP-el dan aktivasi IKD digelar maraton di sejumlah sekolah, seperti SMAN Candipuro, SMKN Tekung, SMKN Klakah, hingga SMKN Tempursari.
"Enak banget sih, jadi tidak perlu izin sekolah buat ke kantor Dukcapil. Sekalian aktivasi IKD juga, jadi KTP saya sudah ada di HP," ujar Irma Suryani, salah seorang warga.
Kepala Dispendukcapil Lumajang Arif Heri Kurniawan menjelaskan, pola jemput bola tidak hanya mengejar target cakupan angka aktivasi, tetapi juga bagian dari edukasi layanan digital.
Baca Juga: Minim Palang Pintu, Pemkab Lumajang Imbau Warga Waspada di Perlintasan Sebidang
Selain itu, petugas RCP turut mendatangi warga lansia serta penyandang disabilitas di kecamatan.
"Data per 23 September 2026 mencatat ada 44.975 pengguna IKD di Lumajang dari 864.599 rekam dinamis KTP, atau sekitar 5,20 persen," pungkasnya. (son)
Editor : Imron Hidayatullahh