Radar Semeru - Musim kemarau masih melanda Lumajang. Hal ini berdampak pada hasil pertanian warga.
Untuk itu, Pemkab Lumajang mulai ajukan 6 unit perpompaan di beberapa kecamatan.
Di antaranya adalah diusulkan untuk kawasan Kunir, Klakah, Pasirian, dan Tempursari.
Irigasi perpompaan disiapkan salah satu cara pengairan ketika pasokan air dari hujan belum mencukupi kebutuhan tanaman milik warga.
Baca Juga: Jadi Ajang Adu Skill plus Jaga Sportivitas, Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember, Bondowoso, Lumajang
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Hendra Suwandaru, menjelaskan kebutuhan air untuk tanaman hortikultura sangat penting agar ketersediaan air yang cukup dan stabil. Sehingga tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Kondisi curah hujan yang rendah bisa menyebabkan kelembapan tanah menurun dan berdampak pada pertumbuhan tanaman. Selain itu, hujan yang turun belum tentu merata di seluruh wilayah sehingga kebutuhan air tanaman di sejumlah kawasan dapat mengalami tekanan,” ucapnya.
Sementara itu, berkurangnya ketersediaan air dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.
Apabila kondisi ini berlangsung dalam waktu yang panjang, dampaknya dapat berlanjut pada hasil produksi yang mengalami penurunan.
Baca Juga: Pemkab Lumajang Kucurkan Rp 60 Miliar, Perbaikan Jalan Rusak Capai 29 Perse
Maka dari itu, usulan enam unit irigasi perpompaan bisa memperkuat dukungan pengairan di kawasan sentra hortikultura.
Harapannya untuk membantu petani mengelola kebutuhan air tanaman secara lebih terukur ketika kondisi hujan belum mendukung.
“Fasilitas itu masih kita usulkan. Kalau ketersediaan air berkurang, pertumbuhan tanaman ikut terpengaruh. Dampaknya kemudian bisa sampai pada produktivitas dan jumlah panen, pungkasnya. (dea/son)
Editor : Imron Hidayatullahh