Radar Semeru - Pemkab Lumajang terus memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS TK).
Total ada 15.887 pekerja yang tersebar di 21 kecamatan mulai terkaver, termasuk guru ngaji dan marbot.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lumajang, Hari Susiati, menjelaskan perlindungan tersebut mencakup sejumlah kelompok pekerja, mulai dari buruh tani tembakau, buruh tambang, pengemudi ojek daring, pedagang kaki lima, pelaku usaha pariwisata, penyandang disabilitas, serta kelompok masyarakat lainnya.
Baca Juga: Pemkab Lumajang Pacu Pemutakhiran Data Kependudukan dan IKD demi Bansos Tepat Sasaran
Perluasan perlindungan juga dilakukan melalui kepesertaan tenaga non-ASN di lingkungan organisasi perangkat daerah, termasuk pekerja BLUD, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan.
Selain itu, 4.165 guru ngaji dan marbot turut mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pemerintah daerah juga mendaftarkan 8.387 orang dalam ekosistem desa, yang mencakup pemerintah desa, BPD, serta RT/RW.
“Perlindungan juga diberikan kepada atlet dan ofisial pada setiap kegiatan atau event olahraga. Jadi memang ada perluasan jaminan pekerja tahun ini,” ucapnya.
Menurutnya perluasan itu diarahkan agar perlindungan jaminan sosial tidak hanya menjangkau pekerja formal.
Baca Juga: Dentuman Keras Gunung Semeru Terekam CCTV BPBD Lumajang, Warga Diimbau Waspada
Melainkan juga menyasar pekerja informal dan masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi untuk menjadi bagian dalam perluasan kepesertaan.
“Ini jadi upaya pemerintah setempat apalagi banyak risiko pekerjaan yang dihadapi pekerja non formal,” pungkasnya. (dea/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh