Dentuman Keras Gunung Semeru Terekam CCTV BPBD Lumajang, Warga Diimbau Waspada

Adeapryanis • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 11:25 WIB
AKTIF: Warga diminta tetap waspada dengan kondisi Gunung Semeru. (PETUGAS PPGA FOR RAME)
AKTIF: Warga diminta tetap waspada dengan kondisi Gunung Semeru. (PETUGAS PPGA FOR RAME)

Radar Semeru - Gunung Semeru masih aktif erupsi setiap harinya. Bahkan, sempat terdengar suara dentuman yang berasal dari Gunung Semeru sejak Senin (28/9) malam.

Dentuman terdengar sekitar pukul 9 malam dan terekam kamera CCTV milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo.

Dalam hasil rekaman tersebut, dentuman terdengar bersamaan dengan aktivitas letusan dan kepulan kolom asap di atas Kawah Jonggring Saloko.

Baca Juga: Belanja Obat RSUD dr Haryoto Lumajang Tembus Rp 25 Miliar, Dibelanjakan Bertahap

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan peristiwa tersebut tidak menimbulkan dampak.

“Tidak ada dampak dari peristiwa tersebut,” kata Isnugroho, ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan, Sugiono, mengatakan suara dentuman dari Gunung Semeru cukup intens terdengar dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

Menurutnya, dentuman umumnya terdengar setelah aktivitas letusan mengalami jeda dalam kurun waktu tertentu.

“Dentuman biasanya terdengar setelah fase letusan Semeru mengalami jeda cukup lama,” pungkasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Orang Asing, Pemilik Penginapan di Lumajang Wajib Laporkan Tamu WNA

Fenomena suara dentuman tersebut dapat menyertai aktivitas gunung api. Namun suara dentuman itu tidak bisa ditandai bahwa kondisi Gunung Semeru memburuk.

Perkembangan aktivitas gunung api tetap dilihat berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi dari instansi yang berwenang.

Sampai saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyrakat diimbau tetap waspada tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. (dea/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
bpbd lumajang Gunung Semeru Erupsi Lumajang