Radar Semeru - Proyeksi anggaran belanja obat rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang, di sepanjang 2026 ini cukup besar.
Siapa sangka besarannya mencapai puluhan miliar, informasinya mencapai Rp 25 miliar.
Pengadaan obat tersebut dibelanjakan melalui pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr Haryoto Lumajang.
Kabag Umum RSUD dr Haryoto Lumajang Agus Wahyudi mengatakan, anggaran belanja obat diambil sebesar 20-30 persen dari target pendapatan rumah sakit setiap tahun.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Minggu Pagi, Hujan Abu Guyur Kecamatan Pasrujambe Lumajang
"Jadi, setiap jenis obat ada pagu anggaran sendiri-sendiri. Nah, kalau ditotal itu ada sekitar Rp 25 miliaran setahun diambil dari 20-30 persen target pendapatan,” ucap Agus.
Menurutnya, anggaran yang besar untuk kebutuhan obat tersebut tidak langsung dibelanjakan sekaligus dalam setahun.
Melainkan, digunakan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan jenis obat di rumah sakit.
"Untuk pembeliannya diatur hanya boleh lewat E-katalog. Itu bertahap, tidak langsung. Jadi bertahap sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Adapun, anggaran puluhan miliar tersebut digunakan untuk membeli ribuan jenis obat yang dipergunakan untuk kebutuhan pasien rumah sakit.
Baca Juga: Targetkan Pasar Luar Negeri, Pemkab Lumajang Minta Pelaku UMKM Kantongi Legalitas NIB
"Seperti obat pereda nyeri macamnya banyak, dan kami belinya itu bulanan. Obat habis klik lagi di e-katalog, obatnya datang langsung dibayar,” pungkasnya. (son/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh