Ratusan Balita di Lumajang Terjangkit Pneumonia, Dinkes Imbau Ortu Waspada dan Tak Tunda Berobat

Adeapryanis • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 04:20 WIB
“Untuk kasus ISPA, kelompok usia 19–59 tahun atau usia dewasa tercatat cukup tinggi. Sementara pada pneumonia, kelompok usia 0–5 tahun atau balita menjadi perhatian karena kasus pada kelompok ini tercatat cukup tinggi dalam pemantauan.”
dr. MARSHALL TRIHANDONO, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lumajang.
“Untuk kasus ISPA, kelompok usia 19–59 tahun atau usia dewasa tercatat cukup tinggi. Sementara pada pneumonia, kelompok usia 0–5 tahun atau balita menjadi perhatian karena kasus pada kelompok ini tercatat cukup tinggi dalam pemantauan.” dr. MARSHALL TRIHANDONO, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lumajang.

Radar Semeru - Anak usia 0–5 tahun atau balita menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam pemantauan kasus pneumonia di Kabupaten Lumajang.

Data Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan, pada Agustus terdapat 192 kasus pneumonia pada kelompok usia tersebut dari total 435 kasus yang tercatat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Marshall Trihandono, menjelaskan angka sebanyak itu menyerang anak-anak karena kekebalan tubuhnya melemah.

Sehingga anak mudah sakit dan terjangkit penyakit tersebut.

“Untuk kasus ISPA, kelompok usia 19–59 tahun atau usia dewasa tercatat cukup tinggi. Sementara pada pneumonia, kelompok usia 0–5 tahun atau balita menjadi perhatian karena kasus pada kelompok ini tercatat cukup tinggi dalam pemantauan,” ucapnya.

Beberapa kondisi yang  menjadi perhatian orang tua antara lain napas anak menjadi cepat atau kesulitan bernapas, demam tinggi yang tidak kunjung membaik, anak tampak lemas, serta berkurangnya keinginan untuk makan atau minum.

Tanda-tanda itu patut dicurigai dan sesegera mungkin membawa anak ke layanan kesehatan terdekat.

“Kami mengimbau agar orang tua tidak menunda pemeriksaan apabila anak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, terutama gejala kesulitan bernapas pada balita yang beresiko menjadi tanda kondisi anak semakin memburuk,” pungkasnya.

Sebab, jika kondisi ini dibiarkan akan berdampak dalam jangka panjang. Seperti menurunnya fungsi paru-paru ketika dewasa dan gangguan pernapasan. (dea/bud)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
ISPA meningkat pneumonia Dinkes P2KB Lumajang balita Lumajang