Lewati Seleksi SNBP-SNBT, Ratusan Mahasiswa Lumajang Bersaing Rebutkan Beasiswa Pemkab

Adeapryanis • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:02 WIB
SERIUS: Mahasiswa Lumajang seriusi proses perkuliahan untuk mendapatkan beasiswa Pemkab Lumajang. (FIRLIN FOR RAME)
SERIUS: Mahasiswa Lumajang seriusi proses perkuliahan untuk mendapatkan beasiswa Pemkab Lumajang. (FIRLIN FOR RAME)

Radar Semeru - Antusiasme pendaftar beasiswa Pemkab Lumajang cukup tinggi. Dari total 77 kuota, ada 119 mahasiswa yang telah mendaftar.

Namun, ratusan mahasiswa itu tak semuanya bisa dikaver. Hanya puluhan orang yang berhasil mendapat beasiswa lewat verifikasi.

Saat ini calon penerima mahasiswa memasuki tahapan verifikasi untuk memastikan calon penerima memenuhi persyaratan dan sesuai dengan sasaran program.

Baca Juga: 200 Warga Binaan Lapas Bondowoso Negatif Narkoba, BNNK Lumajang Pastikan Pengawasan Ketat

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Saiful Bachri, menjelaskan tahap awal dilakukan melalui pemeriksaan administrasi terhadap dokumen yang diajukan calon penerima.

“Antusiasmenya cukup tinggi. Sampai saat ini sudah ada 119 pendaftar,” ucapnya.

Sementara itu, pemeriksaan administrasi meliputi kesesuaian identitas, perguruan tinggi, jalur penerimaan mahasiswa, hingga domisili.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan dokumen yang diajukan sesuai dengan ketentuan program.

“Data KTP kami cocokkan, termasuk memastikan kampusnya benar dan jalur masuknya sesuai ketentuan. Penerima harus masuk perguruan tinggi negeri unggulan melalui jalur SNBP atau SNBT,” tambahnya.

Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Jember Gelar TM, 16 Tim dari Jember, Bondowoso, dan Lumajang Siap Bersaing

Kemudian data pemohon akan dipetakan sebagai dasar untuk pelaksanaan verifikasi lapangan.

Tahapan ini berkaitan dengan sasaran program yang diprioritaskan bagi masyarakat pada desil 1 hingga 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya proses verifikasi lapangan dinilai penting untuk memastikan kondisi riil dilapangan.

“Kami perlu melakukan verifikasi lapangan karena ada kondisi data desil yang tidak selalu menggambarkan keadaan keluarga secara utuh. Ada yang tercatat pada desil tinggi, tetapi kondisi ekonominya sebenarnya kurang mampu. Hal seperti ini yang perlu kami cek agar bantuan tepat sasaran,” pungkasnya. (dea/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
beasiswa pemkab seleksi administrasi Dinsos P3A Lumajang