Radar Semeru– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diantisipasi.
Tim gabungan diterjunkan untuk memantau serta menyisir area rawan titik api, kemarin.
Patroli darat berskala besar yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB ini melibatkan personel Polsek Senduro, Koramil, petugas TNBTS, serta tim Masyarakat Peduli Api (MPA).
Baca Juga: Sopir Truk Maut Gucialit Lumajang Masih di Rumah Sakit, Polisi Belum Bisa Gali Keterangan Detail
Fokus pemantauan disasar pada jalur-jalur rawan di wilayah Desa Ranupane dan Desa Argosari.
Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso menjelaskan, penyisiran difokuskan pada kawasan perlintasan sensitif, khususnya jalur Jantur, Blok Bantengan, hingga Blok B29.
"Hasil penyisiran hingga sore hari relatif aman. Petugas tidak menemukan adanya pantauan asap maupun titik api di Blok Bantengan maupun B29," katanya.
Tak sekadar memantau kawasan, tim gabungan juga memperketat akses keluar-masuk kawasan TNBTS.
Petugas melalukan penyekatan dan sterilisasi di jalur pintas yang menghubungkan Blok Bantengan Desa Ranupane menuju Blok B29 Desa Argosari.
Baca Juga: Kapasitas Terbatas, Dinsos Lumajang Berlakukan Asesmen Ketat Penanganan Lansia Telantar
Setiap pelintas yang melewati jalur tembus tersebut dihentikan untuk menjalani pemeriksaan identitas hingga barang bawaan.
Langkah imbauan dan sweeping barang berbahaya ini ditempuh guna meminimalisir potensi aktivitas manusia yang dapat memicu percikan api.
"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian kawasan TNBTS. Jika melihat indikasi kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, segera laporkan ke petugas," pungkasnya. (son/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh