Radar Semeru - Kasus kecelakaan yang melibatkan banyak orang di Desa/Kecamatan Gucialit pada Kamis (17/9) sore terus diselidiki.
Termasuk dugaan human error atau kelalaian manusia. Namun, sampai saat ini polisi belum menerima keterangan dari sopir karena dalam kondisi syok dan tak memungkinkan untuk diperiksa.
Kanit Laka Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu mengatakan, saat ini sopir truk dengan nomor polisi N 8187 YH, bernama Kasim, 69, masih menjalani perawatan di rumah sakit dan belum sadar sehingga belum dapat dimintai keterangan secara mendalam.
Baca Juga: Kapasitas Terbatas, Dinsos Lumajang Berlakukan Asesmen Ketat Penanganan Lansia Telantar
“Masih dalam proses penyelidikan, sopir masih syok di rumah sakit sehingga kami belum bisa mendapat keterangan secara detail,” ucapnya.
Namun, beberapa saksi atau korban sempat dimintai keterangan sebagai tahap awal penyelidikan sambil menunggu keterangan dari sang sopir.
Sementara itu, perkembangan terbaru jumlah korban meninggal dunia mencapai 2 orang dan 9 lainnya mengalami luka-luka.
Dugaan kecelakaan itu akibat truk mengalami rem blong sebelum menabrak warga serta kendaraan yang sedang parkir di lokasi acara hajatan pernikahan.
Baca Juga: ABK Asal Senduro Lumajang Diduga Jadi Korban Kapal Virgo Transport 8, Keluarga Jalani Tes DNA
Namun, penyidik masih mendalami penyebab kecelakaan secara keseluruhan, termasuk kemungkinan adanya kesalahan manusia atau human error yang membuat korban sampai berjatuhan.
“Proses penyelidikan terkait adanya kemungkinan human error dalam kecelakaan tersebut juga masih dilakukan," pungkasnya. (dea/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh