Radar Semeru - Musim panen tahun ini cukup menggembirakan. Hal ini disebabkan karena kualitas tanaman baik bahkan harga beberapa jenis tembakau naik pada kisaran angka Rp 33 sampai 60 ribu per kilogram.
Kondisi ini memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh nilai ekonom tinggi dari hasil panen dengan harga jual tinggi setelah melalui proses budidaya hingga pengolahan tembakau rajangan.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Mamiworo, menjelaskan harga tertinggi tembakau rajangan Kasturi tahun ini mencapai Rp60 ribu per kilogram.
Baca Juga: Tembakau Lumajang Hasilkan Kualitas Unggul meski Sebagian Kecil Lahan Terdampak Kekeringan
Adapun harga terendah berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram.
“Untuk tahun ini harga cukup bagus. Rajangan Kasturi top price Rp60 ribu, terendah Rp33 ribu. Untuk Burley harga sama dengan tahun kemarin, Rp 57 ribu,” ucapnya.
Selain itu produksi tembakau Lumajang tahun ini mendapat serapan yang baik. Salah satu penyerapan lewat PT AOI.
Dengan penyerapan lewat perusahaan serta jalur pemasaran melalui pedagang, petani memiliki akses penting untuk memasarkan hasil panennya.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga hasil produksi tidak berhenti di tingkat petani.
Baca Juga: 144 Ribu KPM di Lumajang Terima Bantuan Pangan Beras Rapel Tiga Bulan dari Bulog
Hal ini tentu menguntungkan kedua belah pihak. Ditingkat petani harga jual tinggi memiliki akses pasar baik.
Begitu pun sebaliknya pasar yang menerima tembakau mendapat bahan berkualitas.
“Kami tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga menjaga kualitas produksi dan memperkuat hubungan antara petani dengan pelaku usaha,” pungkasnya. (dea/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh