Radar Semeru - Musim kemarau tahun ini menjadi berkah bagi petani tembakau di Lumajang, hal ini bisa mendukung pertumbuhan dan kualitas hasil panen dibandingkan saat musim penghujan.
Namun, beberapa wilayah ada yang tak beruntung karena sebagian kekurangan air bersih.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Mamiworo, menjelaskan kondisi kemarau tahun ini cukup mendukung produksi sekaligus kualitas tembakau yang dihasilkan petani.
Baca Juga: Komponen Panel PJU di Rowokangkung Dicuri Maling, Jalanan Lumajang Padam Total
“Dampak kemarau terhadap produksi tembakau di Lumajang sangat bagus terhadap produksi dan kualitas yang dihasilkan,” ucapnya, kemarin.
Cuaca kering yang berlangsung secara umum di wilayah sentra tembakau Lumajang menciptakan kondisi yang mendukung kualitas hasil produksi.
Sayangnya kondisi ini tak bisa dinikmati semua wilayah, sebagian kecil lahan tembakau mengalami keterbatasan air sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.
Berdasarkan estimasi DKPP Lumajang, luas lahan yang terdampak berada di bawah 7 persen dari total lahan tembakau yang ditanam tahun ini.
Baca Juga: Truk Rem Blong Seruduk Hajatan di Gucialit Lumajang, Dua Orang Dilaporkan Meningga
“Memang ada sedikit daerah yang kekurangan air yang berdampak terhadap pertumbuhan terhambat. Estimasinya kurang dari 7 persen dari luas lahan yang ditanam saat ini,” tambahnya.
Kendala ini membuat pemerintah setempat tetap memberikan dukungan bagi petani tembakau.
Melalui sarana produksi pertanian berupa pupuk dan obat-obatan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan budidaya.
Pihaknya juga mendorong inovasi teknologi dalam pertanian tersebut. Dengan harapan mampu mempertahankan kualitas pertanian tembakau di Lumajang. (dea/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh