Kopling Argopuro Rayakan Satu Dekade Konservasi Lingkungan, DLH Lumajang Siap Perkuat Kolaborasi

Atieqson Mar Iqbal • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:30 WIB
APRESIASI: Sejumlah pegawai Pemkab Lumajang saat memberikan apresiasi kepada komunitas kopling, kemarin. (ATIEQSON MAR IQBAL/RADAR SEMERU)
APRESIASI: Sejumlah pegawai Pemkab Lumajang saat memberikan apresiasi kepada komunitas kopling, kemarin. (ATIEQSON MAR IQBAL/RADAR SEMERU)

Radar Semeru - Menjaga kelestarian alam bukan pekerjaan sekali selesai. Butuh konsistensi serta sinergi banyak pihak agar hutan dan sumber mata air tetap terjaga.

Semangat itulah yang dibuktikan Komunitas Komunitas Peduli Lingkungan (Kopling) Argopuro.

Genap berusia satu dasawarsa, eksistensi gerakan mereka mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Baca Juga: Zona Merah 13 Kilometer! Gunung Semeru Terus Erupsi Setiap Hari, Warga Diminta Waspada Ekstra

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, Hertutik, saat menghadiri peringatan satu dekade Kopling Argopuro di Balai Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, kemarin.

Hertutik menilai, Kopling Argopuro memiliki peran vital dalam membangun kesadaran akar rumput untuk ikut merawat bumi.

Menurutnya, pelestarian lingkungan mustahil berjalan maksimal tanpa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

"Kami mengapresiasi konsistensi Kopling Argopuro selama sepuluh tahun ini. Apa yang dilakukan merupakan aksi nyata yang perlu terus didukung dan diperkuat melalui sinergi bersama," ujar Hertutik.

Ia menekankan bahwa DLH Lumajang akan terus membuka pintu kolaborasi untuk berbagai kegiatan konservasi maupun edukasi.

Baca Juga: Tumbuhkan Semangat Membaca, Pemkab Lumajang Gelar Gebyar Festival Literasi 2026

Sebab, masalah lingkungan tak sekadar urusan alam semata, melainkan juga terkait dengan tingkat kesadaran warga dalam memanfaatkan potensi alam secara bertanggung jawab.

Kopling Argopuro merintis gerakannya sejak Agustus 2015 sebelum akhirnya resmi terbentuk setahun kemudian.

Selama kurun waktu sepuluh tahun, komunitas ini tak pernah absen menggelar reboisasi, penghijauan di sekitar sumber mata air, aksi pembersihan lingkungan, hingga edukasi publik.

Pembina Kopling Argopuro, Ali Ridho, menegaskan bahwa usia sepuluh tahun ini menjadi pembuktian bahwasanya kepedulian lingkungan bisa dirawat melalui kebersamaan.

"Kami berharap sinergi dengan pemerintah maupun pihak terkait ke depan semakin kuat. Dengan begitu, kegiatan konservasi bisa terus berjalan dan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat luas," pungkasnya. (son/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
pegita lingkungan kopling DLH Lumajang Peduli Lingkungan Lumajang