Radar Semeru - Budaya membaca dan kecakapan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan dukungan dari dunia pendidikan, dunia usaha, lembaga, komunitas, media, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat.
Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang Indra Wibowo Leksana saat menggelar acara puncak hari kunjungan perpustakaan dan festival literasi, di Pendapa Arya Wiraraja, kemarin.
Menurutnya, festival Literasi ini dirancang sebagai ajang edukasi, promosi, apresiasi, dan kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Empat Duta Terbaik Lumajang Wakili Jawa Timur di MTQ Nasional XXXI Semarang
“Gebyar festival literasi tahun 2026 merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 27 Agustus sampai dengan 27 September 2026, dengan lokasi utama di Perpustakaan Mula Malurung Lumajang dan Pendapa Arya Wiraraja,” katanya.
Rangkaian hari kunjung dan festival ini meliputi bedah buku bersama narasumber profesional, bazar buku dengan menggandeng toko buku ternama dan koleksi terjangkau, wisata literasi, lapak komunitas literasi yang menampilkan karya, pentas seni literasi, dan puncaknya gebyar festival literasi.
“Pelaksanaan festival tersebut melibatkan sekitar 1.250 orang yang terdiri komunitas literasi, perpustakaan desa atau kelurahan, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat umum, dan dunia usaha,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Lumajang Halimi Maksum mengatakan, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, tantangan literasi semakin besar.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Kemarau, DKPP Lumajang Perkuat Fasilitasi Kelompok Tani Cabai
“Masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap informasi, tetapi juga harus mampu memilih, memahami, memeriksa kebenaran, dan memanfaatkannya secara bijak,” pungkasnya. (ika/son/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh