Antisipasi Dampak Kemarau, DKPP Lumajang Perkuat Fasilitasi Kelompok Tani Cabai

Adeapryanis • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 22:30 WIB
MERAWAT: Petani cabai saat merawat tanamannya dari ancaman hama dan musim kemarau. (ADE APRYANIS/RAME)
MERAWAT: Petani cabai saat merawat tanamannya dari ancaman hama dan musim kemarau. (ADE APRYANIS/RAME)

Radar Semeru - Musim kemarau membuat petani hortikultura semakin terancam. Hal ini bisa berdampak pada produktivitas hasil tanam yang menurun.

Untuk itu, Pemerintah Lumajang melalui tengah memperkuat fasilitasi sarana pertanian bagi kelompok tani.

Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, menjelaskan fasilitas yang disiapkan meliputi obat-obatan pertanian, pestisida nabati, asam humat hingga pupuk NPK.

Baca Juga: Makanan Khas Lumajang: Nikmati Penyetan Nasi Sayur Kelor di Royal Arunika

Fasilitas berupa obat-obatan pertanian dan pestisida nabati dapat digunakan untuk membantu pengendalian gangguan tanaman, sementara asam humat dan pupuk NPK menjadi bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan tanaman

Sarana tersebut dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung perawatan tanaman, memenuhi kebutuhan pertanian, dan melakukan pengendalian apabila ditemukan gangguan pada tanaman.

Sehingga petani memiliki tambahan sarana untuk menjaga kondisi tanaman selama menghadapi musim kemarau berkepanjangan.

“Sepanjang sesuai SOP, kelompok tani mengajukan melalui kelompoknya, nanti kami fasilitasi. Termasuk kalau diperlukan gerakan pengendalian secara massal,” ucapnya.

Baca Juga: Dari Iseng Buka Lemari! Santri Asal Lumajang Sukses Bisnis Preloved Beromzet Jutaan

Namun, perhatian utama difokuskan pada komoditas cabai rawit dan cabai merah besar yang membutuhkan pengelolaan lebih ekstra selama musim kemarau.

“Yang penting bagaimana kita bersama-sama menjaga tanaman melalui pengendalian dan pemenuhan kebutuhan pertaniannya,” pungkasnya. (dea/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
DKPP Lumajang petani cabai Pupuk NPK Lumajang