Update Desil dan DTSEN se-Lumajang, Begini Langkah Selanjutnya

Atieqson Mar Iqbal • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:56 WIB
SAMPAIKAN: Salah satu perangkat saat menjelaskan peringkat desil DTSEN, beberapa waktu lalu.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
SAMPAIKAN: Salah satu perangkat saat menjelaskan peringkat desil DTSEN, beberapa waktu lalu.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)

RADAR JEMBER - Data kesejahteraan ekonomi masyarakat yang valid menjadi kunci utama penyaluran bantuan sosial agar tak salah sasaran. Seluruh jajaran pemerintah kecamatan hingga desa untuk lebih proaktif mengawal dan memutakhirkan data desil warga secara berkala.

Hal itu diungkapkan Bunda Indah sapaan akrab Bupati Lumajang saat melaksanakan sehari ngantor di kecamatan terpadu (setor madu) di Kecamatan Yosowilangun, kemarin.

Bunda Indah menekankan pentingnya pembaruan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) mengingat kondisi sosial-ekonomi sebuah keluarga bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga: HEBOH! 3 ASN dan 1 PPPK di Lumajang Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Alasannya

Oleh karena itu, verifikasi lapangan secara presisi perlu dilakukan agar kebijakan intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran. "Camat dan perangkat desa harus turun memastikan kondisi riil di lapangan. Sekaligus berikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peringkat-peringkat desil ini," katanya.

Penentuan peringkat desil wajib mengacu pada indikator serta parameter pendataan resmi, bukan berpatokan pada persepsi atau penilaian subjektif perorangan. Pihaknya mendorong memanfaatkan ruang pemutakhiran data yang dibuka secara rutin.

Baca Juga: Pemkab Lumajang Pastikan Besaran Gaji PPPK Tetap, Begini Kejelasannya

"Gunakan peluang perubahan data setiap tiga bulan sekali. Ini penting agar data yang dipegang pemerintah tetap valid, akurat, dan sesuai kenyataan," tambahnya.

Data terkini memudahkan pemerintah dalam merumuskan bentuk bantuan maupun program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan riil warga.

Keterbukaan informasi terkait kategori desil kepada masyarakat juga dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman.

"Dengan edukasi yang jelas mengenai posisi desil, proses pendataan menjadi lebih transparan. Keterlibatan aktif kecamatan, desa, hingga kontrol sosial dari masyarakat akan memastikan bantuan pemerintah benar-benar jatuh ke tangan yang berhak," pungkasnya. 

Editor : M. Ainul Budi
berita lumajang desil DTSEN Lumajang