Ubah Hobi Jadi Cuan! Kisah Farel Sukses Buka Bisnis Face Painting Bagi Anak-Anak Di Lumajang

Adeapryanis • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:31 WIB
TERUS BERKARYA: Farel Faradiba yang membuka bisnis face painting di CFD Lumajang.  (ADE APRYANIS/RADAR JEMBER)
TERUS BERKARYA: Farel Faradiba yang membuka bisnis face painting di CFD Lumajang. (ADE APRYANIS/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Farel Faradiba, 21, bukan perempuan biasa. Di usia yang tergolong muda, ia jeli membaca celah pasar di tengah keterbatasan.

Mengubah hobi melukis menjadi bisnis kreatif, ia kini menjadi magnet baru bagi anak-anak di Lumajang lewat seni face painting yang penuh warna.

Sebagai perempuan asal Desa/Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Farel membuktikan bahwa kreativitas tidak boleh berhenti pada satu titik.

Perjalanannya di dunia seni tidak langsung mulus. Awalnya, ia dikenal sebagai pelukis konvensional yang menorehkan cat di atas kain kanvas.

Baca Juga: Program Pemberdayaan Penyintas Semeru Berlanjut, Dosen ITB WiGa Lumajang Raih Hibah PMM Kemdiktisain

Goresannya matang dan hasilnya pun memukau siapa saja yang melihat.

Namun, roda ekonomi menuntut adaptasi. Farel menyadari karya di atas kanvas memiliki pasar yang terbatas. Tidak semua orang sanggup merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli lukisan dengan harga fantastis.

Tak mau hanya berpangku tangan, ia lantas memutar otak. Sempat mencoba peruntungan membuat kerajinan kaligrafi, ia mendapati kendala baru: orderannya bersifat musiman dan hanya ramai pada momen-momen tertentu seperti musim wisuda.

“Awalnya pelukis, terus coba jadi pembuat kaligrafi tapi nggak bertahan lama. Karena memang musiman biasanya hanya saat wisuda menerima orderannya,” ucap Farel mengenang masa-masa pencariannya.

Baca Juga: Aston Inn Lumajang dan Archipelago Hotels Gelar Japanese Street Food Festival - "60 Seconds to Tokyo

Titik balik itu datang ketika ia melihat potensi seni lukis yang bisa diaplikasikan ke media berbeda—sesuatu yang belum pernah ada dan digarap serius di Lumajang.

Pilihannya jatuh pada face painting atau seni lukis wajah. Tentu bukan menggunakan cat sembarangan, melainkan cat khusus wajah yang aman, ramah di kulit, dan mudah dibersihkan.

Dengan berbekal kuas dan palet warna, Farel membidik pasar anak-anak yang gemar dengan karakter kartun lucu hingga bentuk buah-buahan yang ceria.

Siapa sangka, langkah kecil yang dimulai di area Car Free Day (CFD) tersebut berbuah manis. Di luar dugaan, animo masyarakat begitu meledak hingga ia kebanjiran orderan sampai 30 anak dalam sehari.

Anak-anak dan orang tua tampak rela mengantre demi mendapatkan sentuhan magis di wajah mereka.

Farel biasanya menyediakan katalog contoh gambar agar pelanggan ciliknya bisa leluasa memilih karakter favorit mereka. Meski didominasi anak perempuan yang menyukai visual lucu dan penuh warna, jasa ini terbuka untuk siapa saja.

Baca Juga: Aston Inn Lumajang dan Archipelago Hotels Hadirkan Momen Penuh Keceriaan bersama Anak-Anak Pejuang Kanker

Selain menghadirkan kebahagiaan lewat karakter-karakter unik, kunci sukses usaha Farel adalah penetapan tarif yang ramah di kantong.

Orang tua tidak merasa keberatan, sementara sang kreator tetap bisa meraup keuntungan dari hobi yang dicintainya.

Dari goresan kuas sederhana di wajah anak-anak Lumajang, Farel merajut asa dan membuktikan bahwa ketekunan selalu menemukan jalannya sendiri. (dea/mas)

Editor : Imron Hidayatullahh
alun-alun lumajang face painting Hobi cfd Lumajang