RADAR JEMBER - Program pendampingan penyintas erupsi Semeru di Hunian Tetap (Huntap) Desa Sumbermujur oleh Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang yang telah berjalan dua tahun dipastikan berlanjut setelah memperoleh Hibah Kemdiktisaintek 2026.
Hibah skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) tersebut berjudul “Revitalisasi Pasar Komunitas Penyintas Erupsi Semeru sebagai Pusat Wisata Edukasi Agro dan UMKM Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Digitalisasi”.
Tim pelaksana terdiri atas Dr. Retno Cahyaningati, S.E., M.Akun. sebagai ketua, Dr. Moh. Hudi Setyobakti, S.E., M.M. dan Maysas Yafi Urrochman, S.E., M.Kom. sebagai anggota.
Retno menjelaskan, program tersebut berangkat dari berbagai permasalahan mitra yang mencakup rantai nilai usaha hulu-hilir, meliputi produksi, manajemen usaha, pemasaran, serta aspek sosial kemasyarakatan.
Permasalahan tersebut dialami mitra produktif maupun nonproduktif dan berdampak nyata terhadap masyarakat.
Sebagai solusi, tim merancang program sistematis dan komprehensif.
Bagi mitra produktif, program meliputi pengembangan tepung singkong termodifikasi atau MOCAF (Modified Cassava Flour), pembuatan solar dryer tenaga surya, penyediaan mesin penggiling tepung, serta pembuatan website “Bumi Semeru Damai”.
Sementara bagi mitra nonproduktif, program mencakup penyusunan struktur organisasi pengelola wisata dan pasar, edukasi mitigasi bencana di Huntap Semeru, serta pembuatan aplikasi SiGAP SEMERU.
Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, S.Pd., bersama Ketua Pengelola Pasar Komunitas, Ishariyanto, mengapresiasi keberlanjutan program tersebut.
Mereka menilai pendampingan sangat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuat Pasar Komunitas semakin ramai dan dikenal luas. (*)
Editor : Adeapryanis