Radar Jember - Bagi sebagian keluarga petani, membiayai anak hingga perguruan tinggi bukan perkara mudah. Namun, Sharifatul Ummah Firdausi membuktikan bahwa prestasi bisa menjadi jalan untuk meringankan beban orang tua.
Hafalan 30 juz Alquran mengantarkannya meraih beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Ada rasa lega yang kini dirasakan keluarga Sharifatul Ummah Firdausi. Putri mereka yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi tak lagi sepenuhnya bergantung pada kiriman orang tua.
Baca Juga: Sekolah di Lumajang Dibobol Maling Belasan Barang Elektronik dan CCTV Raib
Mahasiswi Universitas Jember (Unej) itu mampu membiayai kebutuhan kuliahnya melalui beasiswa mahasiswa berprestasi dari Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Perempuan 22 tahun tersebut merupakan salah satu penerima beasiswa yang lolos melalui kombinasi prestasi akademik dan hafalan Alquran.
Sharifatul merupakan hafizah 30 juz Alquran. Prestasi tersebut menjadi salah satu jalan baginya untuk mendapatkan bantuan pendidikan hingga menyelesaikan masa kuliah.
Bagi keluarga Sharifatul yang tinggal di Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, beasiswa tersebut terasa begitu berarti.
Ayahnya bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Biaya pendidikan tinggi yang tidak sedikit kini tidak lagi menjadi beban utama keluarga. Setiap semester, Sharifatul memperoleh alokasi beasiswa sebesar Rp 7,2 juta.
Baca Juga: WFH ASN Lumajang Berlanjut Hingga September
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 2,5 juta digunakan untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sementara dana lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional selama kuliah, termasuk biaya hidup dan keperluan penyusunan skripsi.
Sharifatul mengaku berusaha mengelola dana beasiswa tersebut sebaik mungkin. Uang yang diterima setiap semester dibagi sesuai kebutuhan agar cukup digunakan hingga semester berikutnya.
Hasilnya, selama menempuh pendidikan di Unej, dia tidak perlu lagi rutin meminta kiriman uang kepada orang tuanya.
“Alhamdulillah, selama kuliah orang tua saya sudah tidak perlu mengirim uang lagi. Semua kebutuhan utama tercukupi dari beasiswa ini. Hanya kalau ada kebutuhan mendesak saja orang tua membantu sedikit,” ungkapnya.
Bagi Sharifatul, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ada tanggung jawab yang harus dijaga agar kepercayaan yang diberikan pemerintah bisa dibalas dengan prestasi.
Proses mendapatkan beasiswa itu pun memiliki pengalaman tersendiri. Dia menyebut tahapan seleksinya relatif sederhana dan langsung menguji kemampuan peserta.
Baca Juga: Proyek Perbaikan Jembatan Lambat, Minimnya PJU Diduga Jadi Faktor Kecelakaan di Lumajang
Tidak seperti proses seleksi bantuan pendidikan yang umumnya diawali dengan survei kondisi ekonomi secara langsung, Sharifatul menjalani tes hafalan Alquran di hadapan para kiai.
“Waktu itu saya dites langsung oleh para kiai yang juga hafiz Alquran. Kalau memenuhi kriteria dari hasil tes hafalan tersebut, langsung masuk sebagai penerima beasiswa,” tuturnya.
Kini, Sharifatul berada di penghujung masa perkuliahannya. Skripsi tengah diselesaikan sebagai salah satu tahapan untuk meraih gelar sarjana.
Di tengah persiapan menuju kelulusan, dia berharap program beasiswa mahasiswa berprestasi dari Pemerintah Kabupaten Lumajang dapat terus berlanjut.
Baca Juga: Nekat Melintas di Area Pacuan Kuda, Lansia di Lumajang Sampai Tertabrak Kuda
Menurutnya, keberadaan beasiswa seperti itu sangat membantu mahasiswa berprestasi dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Mereka bisa mengejar pendidikan tinggi tanpa harus terlalu membebani orang tua.
“Semoga beasiswa ini terus berjalan dan bisa dimanfaatkan oleh generasi berikutnya. Dengan begitu, semakin banyak yang bisa mendapatkan pendidikan terbaik tanpa harus bingung memikirkan biaya kuliah,” harapnya. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh