Inovasi dari Kaki Semeru: Siswa ABK SLBK Pelangi Kasi olah Pisang Agung menjadi Tepung dan Yoghurt hingga Ciptakan Jaket Crop

Adeapryanis • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:10 WIB
FOTO BERSAMA: Siswa ABK SLBK saat membagikan momen foto bersama dari hasil  pengabdian di masyarakat.
FOTO BERSAMA: Siswa ABK SLBK saat membagikan momen foto bersama dari hasil pengabdian di masyarakat.

RADAR JEMBER - Keterbatasan tidak pernah menghalangi semangat siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB Kristen Pelangi Kasih Lumajang untuk terus
berkarya.

Melalui program pengabdian masyarakat yang didanai oleh BIMA
Kemdiktisaintek 2026, unit vokasi ganda di sekolah ini berhasil melahirkan serangkaian produk inovatif bernilai ekonomi tinggi yang memanfaatkan potensi lokal.


Pada vokasi tata boga, tim pendamping bersama para siswa berhasil
menjawab tantangan hilirisasi komoditas unggulan Kabupaten Lumajang, yaitu Pisang Agung. 

Bahan baku lokal yang melimpah ini diolah menjadi tepung pisang berkualitas tinggi, yang kemudian dikembangkan menjadi
olahan chocolate cookies kaya nutrisi.

Tidak berhenti di situ, vokasi tata
boga juga meluncurkan produk yoghurt higienis dalam dua varian rasa: varian plain serta inovasi perisa alami berbasis blenderan Pisang Kepok segar yang memberikan cita rasa unik dan sehat.

PRODUKSI: Proses pembuatan olahan chocolate cookies.
PRODUKSI: Proses pembuatan olahan chocolate cookies.

 
Sementara itu, transformasi tak kalah impresif ditunjukkan oleh unit vokasi
tata busana.

Menjawab tren pasar dan tingginya minat pembeli, para siswa ABK kini mampu memproduksi pakaian pria dengan detail kerah setali yang presisi dan elegan.

Selain itu, mereka juga merilis varian busana
teranyar berupa jaket crop wanita dengan bukaan ritsleting besi (metal zipper) yang modern.

RILIS: Siswa ABKA SLBK saat merilis jaket crop wanita.
RILIS: Siswa ABKA SLBK saat merilis jaket crop wanita.

Produk jaket ini menjadi lini kebanggaan baru SLBK Pelangi Kasih yang membuktikan bahwa kualitas kriya siswa disabilitas
mampu bersaing di pasar umum.


Capaian ini tidak lepas dari pendampingan intensif tim pengabdian UBAYA
yang dipimpin oleh Hany Mustikasari, M.Ds. selaku Ketua Tim.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Gabriel Tirtawijaya mengawal program pendampingan vokasi tata boga, sementara Ardeliah Tjiptawan, M.F.A. mengisi pendampingan vokasi tata busana, dengan dukungan 4 mahasiswa UBAYA yang terjun langsung mendampingi proses produksi di lapangan.


Keberhasilan pencapaian program ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan
teknologi tepat guna, pendampingan sanitasi, serta standardisasi produksi mampu mendorong unit vokasi SLBK Pelangi Kasih berkembang menjadi
entitas bisnis inklusif yang mandiri dan berkelanjutan.

Atas terselenggaranya sinergi ini, tim pengusul menyampaikan terima kasih dan
apresiasi sebesar-besarnya kepada DPPM Kemdiktisaintek 2026 atas dukungan pendanaan, serta Universitas Surabaya (UBAYA) atas fasilitasinya yang memungkinkan dosen dan mahasiswa berkolaborasi menjalankan tri dharma perguruan tinggi secara optimal.(*)

Editor : Adeapryanis
pisang agung slbk produk olahan Lumajang