Sejarah Ranu Klakah, Danau Indah di Lumajang yang Berawal dari Tempat Peristirahatan Era Belanda

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 10:57 WIB
TERPANCAR: Keindahan Ranu Klakah dengan panorama alam yang kehijauan begitu memanjakan mata.
TERPANCAR: Keindahan Ranu Klakah dengan panorama alam yang kehijauan begitu memanjakan mata.

RADAR JEMBER – Kabupaten Lumajang dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam yang memikat. 

Salah satu yang menyimpan nilai sejarah sekaligus panorama alam yang menawan adalah Ranu Klakah, sebuah danau yang berada di Kecamatan Klakah. 

Dengan latar belakang megah Gunung Lemongan, kawasan ini menjadi tujuan wisata favorit bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Tak banyak yang mengetahui bahwa Ranu Klakah bukan sekadar danau alami. 

Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, kawasan ini telah dimanfaatkan sejak masa kolonial Belanda. 

Pada saat itu, pegawai perusahaan kereta api Hindia Belanda (PJKA) membangun kawasan tersebut sebagai tempat peristirahatan karena memiliki udara yang sejuk serta pemandangan alam yang indah. 

Setelah Indonesia merdeka, Pemerintah Kabupaten Lumajang kemudian melakukan renovasi kawasan wisata pada tahun 1989 sehingga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata yang terbuka untuk masyarakat.

Di kawasan Ranu Klakah, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti berkeliling danau menggunakan perahu, memancing, bersantai di gazebo, hingga menikmati kuliner ikan air tawar hasil budidaya masyarakat sekitar. 

Keberadaan Ranu Klakah yang berdampingan dengan Ranu Pakis juga menjadi daya tarik tersendiri karena wisatawan dapat mengunjungi dua danau dalam satu perjalanan.

"Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif untuk berkembang." — Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menghadiri Pengukuhan Kepala OJK Jember di Sapphire Ballroom Aston Jember, Jumat, 26 Juni 2026.

Selain memiliki nilai sejarah, Ranu Klakah juga dikenal dengan fenomena alam tahunan yang disebut koyo atau upwelling. 

Fenomena ini terjadi ketika air dari dasar danau naik ke permukaan akibat perubahan suhu dan angin, sehingga memengaruhi kadar oksigen di dalam air. 

Peristiwa tersebut telah lama dikenal oleh masyarakat setempat dan menjadi bagian dari pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Kini, Ranu Klakah terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Lumajang. 

Selain mempertahankan keindahan alamnya, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan fasilitas wisata agar kawasan ini semakin nyaman dikunjungi. 

Perpaduan antara sejarah, panorama alam, dan budaya masyarakat sekitar menjadikan Ranu Klakah sebagai destinasi yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan cerita perjalanan masa lalu.

 

Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy

Editor : M. Ainul Budi
berita lumajang ranu klakah wisata lumajang Lumajang