Dianggap Bakal Pengaruhi Minat Nyalon? Jelang Pilkades Tahun Depan di Lumajang

Atieqson Mar Iqbal • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:55 WIB
Ilustrasi kerawana pilkades. (Ijal Syarief/AI/Radar Jember)
Ilustrasi kerawana pilkades. (Ijal Syarief/AI/Radar Jember)

 

KEPUHARJO, Radar Semeru - Perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) 2027 mendatang akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, kebijakan pemangkasan dana desa (DD) dari pemerintah pusat diperkirakan bakal berdampak terhadap minat peserta Pilkades di Lumajang.

Dampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat tersebut membuat DD di 198 desa di Lumajang dipangkas sebesar 70 persen. Praktis, setiap desa yang bisanya dapat Rp 1 miliar kini hanya dapat nominal kecil Rp 300 juta.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas, Warga di Lumajang Ini Masih Andalkan Bantuan Droping

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Poltik (Bakesbangpol) Lumajang Agus Setiawan mengatakan, fenomena tersebut dapat mempengaruhi ongkos politik para kandidat bakal calon kepala desa (cakades).

"Jadi, bukan hanya cost politik, tapi di dalamnya juga ada sosial capital. Nah, saya melihat ada yang terpengaruh dengan itu, ada juga yang tidak," ucapnya.

Saat ini, pemangkasan DD dinilai memengaruhi minat peserta maju di Pilkades serentak mendatang belum bisa diukur. Sebab, tahapannya baru akan dimulai tahun depan.

Agus menyebut, pergerakan para kandidat Pilkades serentak di 158 desa di Lumajang saat ini masih terpantau landai.

"Relatif belum terlihat (bakal cakades, Red), jadi kami hanya melakukan mapping situasi kondisi dan kerawanan," pungkasnya. (son/bud)

Editor : M. Ainul Budi
berita lumajang Pilkades Lumajang