Sehari Keliling Lumajang Tanpa Menginap, Rute Wisata Ini Bisa Membawa Anda dari Air Terjun hingga Pantai dalam Satu Hari

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:51 WIB
MENAWAN: Wisata Tumpak Sewu di Pronojiwo, Lumajang semakin menarik kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. (ADE APRYANIS/RAME)
MENAWAN: Wisata Tumpak Sewu di Pronojiwo, Lumajang semakin menarik kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. (ADE APRYANIS/RAME)

 

RADAR JEMBER – Menjelajahi wisata Lumajang tak selalu membutuhkan waktu dua atau tiga hari. 

Dengan memilih rute yang tepat, wisatawan sudah bisa menikmati air terjun, menikmati kuliner siang, hingga menutup perjalanan di pantai dalam sehari tanpa harus menginap.

Rute ini cocok bagi wisatawan yang berangkat menggunakan kendaraan pribadi dari pusat Kota Lumajang.

Perjalanan dimulai dari Alun-Alun Lumajang menuju kawasan Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo. 

Baca Juga: Pelaku Pencurian di Lumajang Ini Maling Sapi, Tapi Malah Sembunyikan Sapinya Kandang Mertua

Jaraknya sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Disarankan berangkat pagi agar terhindar dari panas dan memiliki waktu lebih leluasa menikmati kawasan air terjun.

Estimasi tiket masuk: sekitar Rp20.000 per orang (wisatawan domestik).

Pukul 08.00–10.30 WIB – Menikmati Air Terjun Tumpak Sewu

Setelah tiba, wisatawan dapat menikmati panorama dari gardu pandang atau turun ke dasar lembah bagi yang memiliki kondisi fisik prima.

Waktu sekitar dua jam dinilai cukup untuk menikmati pemandangan sekaligus berfoto tanpa terburu-buru.

Pukul 11.30 WIB – Makan Siang di Pronojiwo

Baca Juga: Ranu Regulo, Danau Tenang di Kaki Semeru yang Cocok untuk Menepi dari Keramaian

Sebelum melanjutkan perjalanan, sempatkan makan siang di kawasan Pronojiwo yang memiliki banyak warung makan dengan menu khas Jawa Timur.

Beberapa tempat makan di jalur ini menawarkan pengalaman bersantap dengan latar perbukitan dan pemandangan Gunung Semeru

Istirahat sekitar satu jam juga menjadi waktu yang ideal sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Pukul 13.00 WIB – Menuju Pantai Watu Godeg

Dari Pronojiwo, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Watu Godeg di Kecamatan Tempursari. 

Waktu tempuhnya sekitar satu jam melalui jalur selatan Lumajang.

Pantai ini dikenal memiliki hamparan pasir hitam, batu karang, dan ombak Samudra Hindia yang menjadi daya tarik tersendiri.

Estimasi tiket masuk: sekitar Rp10.000 per orang.

Pukul 14.00–17.00 WIB – Menikmati Sore di Pantai

Sore hari menjadi waktu terbaik menikmati Pantai Watu Godeg karena cuaca mulai teduh. 

Pengunjung dapat berjalan di sepanjang pantai, menikmati deburan ombak, hingga menunggu matahari mulai condong ke barat.

Meski tidak selalu menghadirkan matahari terbenam sempurna karena kondisi cuaca, suasana sore di pantai tetap menjadi penutup perjalanan yang menyenangkan.

Dengan kendaraan roda empat berkapasitas sekitar 12 kilometer per liter, total perjalanan sekitar 140–150 kilometer membutuhkan sekitar 12–13 liter BBM. Jika menggunakan Pertalite dengan harga sekitar Rp10.000 per liter, biaya bahan bakar berkisar Rp120 ribu–Rp130 ribu.

Sementara itu, tiket masuk dua destinasi sekitar Rp30 ribu per orang, belum termasuk parkir dan konsumsi.

Artinya, wisatawan sudah dapat menikmati dua ikon wisata alam Lumajang dalam sehari dengan biaya yang relatif terjangkau dan tanpa harus menginap.

Bagi yang ingin mengeksplorasi sisi lain Lumajang, rute ini menjadi pilihan yang realistis. 

Selain waktu tempuh antardestinasi masih memungkinkan, wisatawan juga dapat menikmati dua lanskap berbeda dalam satu perjalanan, yakni sejuknya air terjun di kaki Semeru dan suasana pantai di pesisir selatan.

Penulis : Siti Roihani

Editor : M. Ainul Budi
air terjun tumpak sewu tumpak seweu wisata lumajang Lumajang