RADAR JEMBER - Ganasnya ombak laut selatan Jawa kembali memakan korban. Sebuah perahu yang membawa tiga nelayan asal Jember dihantam gelombang tinggi pada Kamis (16/7) malam.
Satu nelayan ditemukan meninggal dunia terdampar.
Korban ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Padang Savana, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Jumat (17/7) pagi. Sementara dua temannya sempat terjebak di tengah laut.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Sugi, 50, warga Kecamatan Wuluhan, Jember.
Jasad Sugi ditemukan tergeletak di tepi pantai tidak jauh dari lokasi penemuan perahu milik mereka.
Baca Juga: Fakta Baru Terungkap Kasus Pemerkosaan Sekaligus Penganiayaan di Lumajang Ini
Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Nur Cahyo menjelaskan, berdasarkan identifikasi awal di lapangan, diduga korban merupakan nelayan yang mengalami kecelakaan laut.
"Dilihat dari lokasi penemuan jasad dan perahu yang berada di pantai, kemungkinan besar korban adalah nelayan," ujarnya.
Informasi yang dihimpun dari BPBD Lumajang, malam itu Sugi melaut bersama dua temannya, Zaidin dan Gio.
Nahas, perahu mereka diterjang ombak, perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi hingga air memenuhi perahu.
Baca Juga: Pelaku Usaha di Lumajang Sambut Revitalisasi PB Sudirman
Tidak hanya itu, benturan keras gelombang membuat Sugi terlempar dari atas perahu. Tubuhnya terseret arus hingga akhirnya terdampar di pesisir dalam kondisi tak bernyawa.
Di sisi lain, Zaidin dan Gio memilih bertahan di atas perahu yang terombang-ambing di tengah laut.
Kondisi perahu dilaporkan tidak mengalami kerusakan parah.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis.
Tim gabungan langsung bergerak cepat begitu menerima laporan untuk mengevakuasi dua nelayan yang masih terjebak di tengah laut.
"Total ada tiga orang. Satu berhasil menepi ke darat namun dalam kondisi meninggal dunia. Dua lainnya masih bertahan di perahu di tengah laut dan saat ini petugas sedang melakukan upaya evakuasi," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi