RADAR JEMBER - Memasuki musim kemarau persoalan krisis air bersih mulai melanda sejumlah kecamatan.
Perdana, BPBD Lumajang mulai mendistribusikan air bersih ke 124 kepala keluarga.
Distribusi pertama dilaksanakan mulai Jumat (10/7) di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso.
BPBD Lumajang mengerahkan tiga armada truk tangki untuk melayani 15 titik distribusi yang tersebar di Dusun Tanah Gatal, Gemuling, Lumpang, Krajan, dan Baka Utara.
Bantuan air bersih menjangkau 124 kepala keluarga atau setara dengan 425 jiwa yang mulai terdampak berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau di wilayah tersebut.
Memang sebelumnya wilayah itu memang seringkali dilanda krisis air bersih.
Sebelumnya selama penghujan mereka mengandalkan air hujan untuk kebutuhan mandi karena beberapa sumber air tidak bisa keluar.
“Mulai pekan kemarin kita distribusikan memang karena mulai memasuki kemarau. Kami berupaya memastikan setiap laporan yang masuk segera ditindaklanjuti melalui asesmen sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” ucap Kalaksa BPBD Lumajang, Isnugroho.
Sementra itu, sejauh ini dropping air bersih terus dilakukan di titik lokasi yang butuh penanganan air bersih.
Namun, dropping itu dilakukan secara bertahap.
Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Lumajang, potensi kekeringan pada tahun 2026 diperkirakan dapat terjadi di enam kecamatan yang mencakup 19 desa dan menjadi lokasi prioritas.
“Penyaluran dilakukan setelah Bupati Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026,” pungkasnya. (dea)
Editor : Adeapryanis