RADAR JEMBER - Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai melakukan antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Tercatat total ada 19 desa yang berpotensi mengalami kekeringan.
Mengantisipasi itu pemkab Lumajang mulai melakukan persiapan melakukan dropping air bersih.
Dari 19 desa yang berpotensi mengalami kekeringan, Kecamatan Gucialit menjadi daerah yang menjadi perhatian khusus karena sebelumnya tergolong menjadi daerah dengan kebutuhan air bersih tertinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan sebetulnya ada enam kecamatan yang teridentifikasi menjadi prioritas dengan potensi kekeringan.
Hal ini didasarkan pada lokasi wilayah dengan sumber mata air yang sedikit.
“Hasil asesmen BPBD menunjukkan terdapat enam kecamatan, yakni Gucialit, Ranuyoso, Padang, Klakah, Kedungjajang, dan Senduro, yang menjadi wilayah prioritas dalam upaya antisipasi kekeringan. Namun Gucialit menjadi wilayah dengan perhaitian khusus,” ucapnya.
Pihaknya mulai melakukan mitigasi penanganan kekeringan selama proses musim kemarau berkepanjangan dengan melakukan dropping air bersih dan dapat disalurkan sesuai tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kita mulai menyiapkan langkah antisipasi. Kita prioritaskan daerah dengan potensi kekeringan tertinggi,” pungkasnya. (dea)
Editor : Adeapryanis