Radar Semeru - Lumajang kini dihadapkan pada ancaman sedikitnya 11 potensi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa melanda. Guna meminimalkan risiko dan dampak kerugian di masyarakat, pembentukan desa tangguh bencana (Destana) digenjot.
Terbaru, Desa Darungan di Kecamatan Yosowilangun resmi ditetapkan sebagai Destana ke-59 di Lumajang, kemarin. Desa ini menjadi prioritas karena masuk dalam zona merah rawan banjir luapan sungai dan hanya berjarak 5 kilometer dari pantai selatan.
Baca Juga: ITB Widya Gama Lumajang Gelar Lokakarya & Community Service di Huntap Semeru
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Sultan Syafaat menjelaskan, kesiapsiagaan di tingkat desa cukup diperlukan, apalagi kondisi geografis Lumajang yang dikepung belasan jenis bencana.
"Terdapat 11 potensi bencana di Lumajang yang perlu diwaspadai. Mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kekeringan, banjir, tanah longsor, abrasi, hingga kebakaran hutan dan lahan. Semuanya perlu dikurangi risiko bencananya," terang Sultan.
Baca Juga: Update Laka Lumajang: Gara-gara Muatan Terlalu Berat, Truk Terguling di Ireng-ireng Senduro Lumajang
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, menegaskan bahwa penetapan status Destana ini diikuti dengan aksi konkret di lapangan.
Petugas langsung melakukan pembuatan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul aman, serta pemetaan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan difabel.
"Tujuan utama Destana ini adalah mentransfer pengetahuan kepada warga. Kami ingin masyarakat tidak lagi panik, melainkan tanggap dan tahu apa yang harus dilakukan sebelum dan saat terjadi bencana," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi