Radar Semeru - Meninggalnya siswa salah satu sekolah di Kecamatan Kedungjajang akibat dugaan perundungan mulai disoroti DPRD Lumajang.
Komisi D meminta pengawasan di tingkat lembaga pendidikan perlu diperkuat.
Ketua Komisi D DPRD Lumajang Supratman menjelaskan, kasus dugaan perundungan hingga berujung meninggal dunia itu memang mengejutkan.
Apalagi, setelah ditelusuri, muasal penyebab kematian itu terjadi di sekolah.
“Kan sudah ditangani pihak kepolisian, jadi kami mendukung pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas masalah ini. Memang ini melibatkan anak-anak di bawah umur, tetapi ada penindakan untuk kasus semacam itu,” katanya.
Disamping itu, pihaknya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Lumajang untuk melakukan evaluasi terhadap sekolah.
Termasuk meningkatkan pengawasan di tingkat sekolah dasar supaya peristiwa itu tidak terulang.
Menurutnya, lembaga pendidikan merupakan rumah kedua bagi anak-anak setelah orang tuanya.
Sehingga, apapun yang terjadi selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung menjadi tanggung pihak sekolah.
“Meskipun sudah ditangani pihak kepolisian, ini menjadi catatan untuk tidak terulang. Kami akan segera mengundang pihak-pihak terkait untuk memperjelas masalah ini. Semoga pihak keluarga diberikan kesabaran dan kekuatan,” pungkasnya. (son)
Editor : M. Ainul Budi