RADAR JEMBER - Gelaran event kelas Nasional Segoro Topeng Kaliwungu tak luput dari persoalan sampah yang dihasilkan selama 2 hari berturut-turut.
Total ada 19 ton sampah yang berhasil diangkut selama gelaran acara tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, Hertutik, menjelaskan jika petugas telah diterjunkan untuk menjaga kebersihan lingkungan selama pelaksanaan berlangsung hingga malam hari.
Menurutnya, selama pelaksanaan Segoro Topeng Kaliwungu, petugas mengangkut sekitar 19 ton sampah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 3,5 ton berasal dari kegiatan hari pertama, sedangkan sekitar 15,5 ton diangkut pada hari kedua saat puncak acara.
Dengan rata-rata dominasi sampah paling banyak diangkut adalah sampah plastik.
“Petugas kami tetap bekerja hingga malam hari agar sampah tidak menumpuk dan kawasan Pantai Watu Pecak segera kembali bersih. Itu pun kami dibantu oleh relawan, masyarakat sekitar dan pejabat untuk mempercepat proses bersih-bersih,” ucapnya.
Peningkatan volume sampah tidak lepas dari tingginya antusiasme masyarakat yang menghadiri agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Meski demikian sampah dengan cepat bisa ditangani.
Pihaknya juga telah menyiapkan alat pendukung kebersihan seperti container, kantong plastik, truk pengangkut sampah.
“Semua peralatan sudah kami siapkan, sampah langsung diangkut ke TPA,”pungkasnya. (dea)
Editor : Adeapryanis