Radar Semeru - Kasus perundungan atau bullying berujung maut terjadi di salah satu SMP di Lumajang.
MI, 16, seorang siswa kelas 3 asal Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang mengembuskan napas terakhir setelah diduga dianiaya oleh dua teman sekelasnya.
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Senin (18/5) lalu di dalam ruang kelas saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kejadian bermula saat dua terduga pelaku, S dan A, mendapati adanya sampah di loker meja korban.
Keduanya menegur MI dan memaksanya membersihkan sampah tersebut.
Karena merasa bukan dirinya yang membuang sampah, korban menolak.
Sontak, penolakan itu menyulut emosi S dan A. Korban langsung dikeroyok di dalam kelas yang saat itu kondisinya sedang sepi.
"Adik saya waktu itu di kelas sendirian. Dua pelaku mendatangi adik saya, menegur soal sampah di bawah meja, dan langsung memukulinya," ujar Ahmad Dani, kakak korban, saat ditemui di rumah duka.
Baca Juga: Bapok Turun Sejak MBG Libur? Warga Lumajang Mulai Sumringah Harga Kebutuhan Pangan Tak Lagi Meroket
Pascakejadian, korban awalnya tidak mengeluhkan sakit dan tetap menyelesaikan ujian.
Namun, orban mengalami keluhan sakit pada giginya hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah sempat menjalani perawatan, MI dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (24/6).
"Hasil otopsi dan visum menunjukkan ada luka akibat benturan di kepala. Keterangan dokter menyebutkan luka itu sudah lama terjadi pada korban," tambahnya.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyatakan keprihatinan mendalam dan berjanji akan mengawal kasus hukum ini hingga tuntas. Evaluasi total terhadap pihak sekolah juga akan segera dilakukan.
"Kami sangat prihatin. Pihak sekolah, guru, dan karena ini sekolah swasta, pihak yayasan juga akan segera kami panggil untuk evaluasi total," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi