Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bapok Turun Sejak MBG Libur? Warga Lumajang Mulai Sumringah Harga Kebutuhan Pangan Tak Lagi Meroket

Adeapryanis • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:10 WIB
TURUN: Sejumlah komoditas bahan pangan di Lumajang alami penurunan sejak beberapa hari terakhir.
TURUN: Sejumlah komoditas bahan pangan di Lumajang alami penurunan sejak beberapa hari terakhir.

RADAR JEMBER - Sejak beberapa hari terakhir harga bahan pokok di Lumajang terpantau alami penurunan.

 Ada yang mengklaim jika penurunan harga terjadi akibat program makan bergizi gratis (MBG) libur.

Hal ini dirasakan oleh pengusaha kuliner di Lumajang.

Sebut saja Naila, penurunan harga bahan pokok ini disambut penuh antusias olehnya. 

Jika biasanya membutuhkan budget lebih banyak untuk membeli kebutuhan dapur demi keperluan warung makannya kini kembali normal.

Bahan-bahan mulai mengalami penurunan cukup drastis. Terutama untuk harga telur ayam dan cabai.

“Senang banget akhirnya harga bapok turun. Alhamdulillah untung yang didapat juga nggak metit. Daripada kemarin-kemarin sejak MBG masih beroperasi duh semuanya mahal,” ucapnya.

Dia menduga jika penurunan bapok dipengaruhi oleh penurunan daya beli. Termasuk sejak MBG diliburkan, daya beli ikut normal seperti biasanya.

“Mungkin ya karena MBG libur, jadi barang-barang melimpah dan harganya turun,” tambahnya.

Sementara itu, Rohamah, pedagang di Pasar Baru Lumajang, tak terlalu memahami konsep penurunan bapok itu.

Menurutnya pedagang di dalam pasar tak pernah ikut cawe-cawe soal program MBG. 

Menurutnya, kemungkinan penurunan harga disebabkan karena banyaknya pasokan sehingga dijual murah.

Seperti telur ayam jika biasanya dijual harga Rp 28 ribu per kilogramnya kini turun menjadi Rp 22 ribu per kilogram.

Sedangkan cabai rawit merah sebelumnya dibanderol Rp 80 ribu per kilogram, saat ini hanya Rp 50 ribu per kilogram. 

“Kalau pedagang di luar bisa jadi mereka suplai ke dapur, tapi kalau pedagang didalam hanya melayani konsumen harian. Ya gak tau persis penyebabnya apa, bisa jadi karena pasokannya banyak jadi harganya turun,” pungkasnya. (dea)

Editor : Adeapryanis
#Mbg #bapokting #Lumajang