DITOTRUNAN, Radar Semeru – Rombongan jamaah haji mulai tiba di Lumajang pada Sabtu (27/6) lalu. Namun, ada sejumlah jamaah terpaksa harus tinggal sementara di Madinah karena harus menjalani perawatan akibat kondisi kesehatan menurun.
Kepala Kantor Kementerian Umrah dan Haji Lumajang, Umar Hasan mengatakan, ada tiga jemaah haji yang tidak bisa ikut pulang bersama rombongan utamanya. Mereka berasal dari kloter 99 sebanyak dua orang, dan kloter 100 sebanyak satu orang.
"Dari Kloter 99 ada dua orang atas nama Pak Badhowi dan Sumaris. Sedangkan satu jemaah lagi dari Kloter 100 atas nama Pak Mauhakam," katanya.
Baca Juga: Ketua TP PKK Lumajang Dorong Kreativitas Olahan Ikan
Informasinya, dua jamaah asal Kloter 99 masih menjalani observasi medis selama satu hingga dua hari ke depan sebelum diizinkan terbang. Rencananya, kedua jamaah ini akan dipulangkan bersama rombongan kloter akhir.
"Keduanya mengalami gejala hyponatremia. Namun, statusnya masih kategori risiko tinggi ringan karena faktor usia yang sudah lansia. Mohon doanya agar bisa segera sembuh," harapnya.
Kondisi lebih serius menimpa Mauhakam, jamaah asal kloter 100. Ia dilaporkan mendadak mendapat serangan stroke menjelang jadwal kepulangan ke tanah air. Sehingga dilarikan ke ruang ICU salah satu rumah sakit di Madinah.
"Alhamdulillah, laporan terakhir kondisinya sudah mulai stabil, meskipun saat ini penanganannya masih intensif," katanya.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pihaknya terus memantau update kesehatan warganya. Berdasarkan laporan berkala yang diterimanya, jumlah jamaah yang menyusul dirawat justru bertambah.
“Laporan terbaru masuk saat kepulangan kloter 100, ada tambahan satu jamaah lagi yang harus masuk rumah sakit. Jadi, total ada empat orang yang saat ini belum bisa kembali ke Lumajang,” pungkasnya. (son/bud)
Editor : M. Ainul Budi