Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Angkatan Kerja di Lumajang Pilih Merantau, TPAK Merosot? Begini Kata Disnaker

Atieqson • Selasa, 23 Juni 2026 | 18:39 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang
Subechan
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang Subechan

 

DITOTRUNAN, Radar Semeru - Fenomena berkurangnya angkatan kerja di Lumajang mulai menjadi sorotan serius. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan sebesar 1,22 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun, TPAK Lumajang pada tahun 2024 awalnya berada di angka 70,86 persen.

Namun, memasuki akhir 2025, angkanya melorot menjadi 69,64 persen. Penurunan ini setara dengan berkurangnya 6.747 orang dalam angkatan kerja lokal.

Baca Juga: Popkab Jadi Ajang Seleksi Atlet Lumajang Menuju Popda Jatim

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, Subechan, mengatakan, penurunan ini diduga karena rendahnya minat masyarakat untuk mencari peruntungan di tanah kelahiran sendiri.

Kalangan usia produktif kini lebih melirik peluang kerja di luar daerah, bahkan hingga ke luar negeri.

"Sekarang ini lebih banyak masyarakat yang ingin ke luar negeri. Saya melihat, hampir setiap hari ada tiga sampai lima orang yang berangkat ke luar negeri, dan rata-rata itu usia muda," ujarnya.

Rendahnya itu terbukti dari minimnya partisipasi dalam program-program bursa kerja yang difasilitasi pemerintah.

Baca Juga: DPRD Lumajang Temui Massa Aksi Damai, Klaim Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Agenda Job Fair 2025 lalu hanya diikuti oleh 880 peserta. Padahal, saat itu pemkab sudah menyediakan 1.676 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan besar.

Menyikapi tren penurunan ini, Disnaker Lumajang tidak tinggal diam.

Subechan menegaskan pihaknya bakal segera melakukan evaluasi mendalam, salah satunya dengan memetakan kebutuhan keterampilan yang dicari oleh pihak korporasi.

“Spesifikasi skill yang dibutuhkan perusahaan kalau terlalu tinggi ini juga sangat berpengaruh ke partisipasi kerja tentunya. Karena itu, kesenjangan keahlian ini yang akan kami benahi," pungkasnya. (son/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#berita lumajang #tpak #DISNAKER #Lumajang