RADAR JEMBER - Memasuki 1 suro warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro tak pernah meninggalkan tradisi sakral yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
Peringatan suro itu dilakukan dengan cara pendem kepala sapi sekaligus mengarak 30 gunungan hasil bumi.
Tradisi itu dilakukan di Kawasan Hutan Bambu, kemarin pagi.
Puluhan hasil bumi diarak beberapa kilometer bersamaan dengan kepala sapi yang sudah disiapkan oleh panitia.
Kegiatan itu dilakukan sangat sakral dengan berbagai aturan ritual adat yang biasa dilakukan.
Kepala desa Sumbemujur, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan hasil bumi yang diarak didapat dari hasil tani warga setempat kemudian disedehkan kepada warga sekitar.
“30 gunungan hasil bumi diarak, dan disedekahkan dengan cara berebut sebagai wujud rasa syukur. Sedangkan kepala sapi itu disimbolkan untuk menolak bala,” ucapnya.
Dia menambahkan, tradisi ini rutin dilakukan setiap 1 suro sebagai tradisi masyarakat desa sekitar.
Tujuannya sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi yang sudah melimpah ruah dengan harapan desa ini semakin makmur.
“Harapannya hasil bumi terus meningkat dan desa semakin makmur,” pungkasnya. Kegiatan ini disambut penuh antusias oleh seluruh masyarakat.
Ratusan orang pun turut hadir memadati wilayah hutan bambu untuk menyaksikan ritual tahunan. (dea)
Editor : Adeapryanis