RADAR JEMBER - Pendataan sensus ekonomi 2026 resmi berlangsung sejak 15 Juni sampai 31 Agustus mendatang. Total ada 1.161 petugas yang dikerahkan untuk melakukan pendataan.
Bahkan, tahun ini semua data yang diperoleh nantinya diinput secara digital untuk mempercepat proses pendataan.
Kepala BPS Lumajang, Mochamad Sonhaji, menjelaskan sensus tahun ini tidak hanya menyasar pelaku usaha, UMKM, unit rumah tangga, seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk usaha yang tak kasat mata seperti jasa konstruksi dan lainnya.
Sejauh ini ada 1.161 petugas yang dilatih untuk melakukan pendataan dengan target harian setiap petugas mencapai 12 responden.
Sebelumnya petugas yang turun ke lapangan pun telah melewati tahapan prosedur yang ketat, untuk memastikan data yang diterima benar-benar akurat.
“Mereka telah lulus seleksi administrasi, kompetensi, dan wawancara. Sebelum turun lapangan juga akan mendapatkan pelatihan dan memahami SOP untuk mendapatkan data yang akurat,” ucapnya.
Selain itu, sensus kali ini berbeda dari biasanya. Kuisioner yang disiapkan tak lagi menggunakan kertas melainkan pemanfaatan sistem digital.
Sehingga semua data yang didapat dari responden secara otomatis masuk dalam sistem digital.
Pihaknya juga telah mengantisipasi adanya kemungkinan membludaknya data yang masuk sehingga membuat aplikasi yang digunakan bisa saja down.
“Sudah kita uji coba beberapa kali di pusat, semuanya aman termasuk sistem digital yang digunakan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati meminta kepada masyarakat untuk memberikan data sebenar-benarnya dan menerima petugas dengan baik.
“Saya mengimbau agar masyarakat menerima petugas dengan baik, termasuk setiap petugas harus pandai mengolah kata untuk mendapatkan data yang akurat,” pungkasnya. (dea)