SIDOMULYO, Radar Semeru - Kesadaran pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas serta menjamin produk aman di Kecamatan Pronojiwo cukup tinggi.
Terutama pelaku yang berkegiatan di sektor wisata.
Setidaknya ada 30 pelaku UMKM yang berada di sekitar kawasan wisata Tumpak Sewu telah mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal yang difasilitasi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.
Ketua Pokdarwis Panorama Tumpak Sewu Lumajang Abdul Karim mengatakan, program fasilitasi NIB dan Sertifikat Halal gratis ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang profesional, legal, dan berdaya saing.
"Kami menyadari bahwa pelaku UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat di kawasan wisata Tumpak Sewu. Oleh karena itu, kami berinisiatif memberikan pendampingan dan fasilitasi secara gratis,” katanya.
Menurutnya, fasilitasi tersebut menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan kepada wisatawan.
Melalui sertifikat halal, produk UMKM akan memiliki nilai tambah, meningkatkan kepercayaan konsumen.
"Ke depan, kami ingin menjadikan kawasan wisata Tumpak Sewu sebagai destinasi yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga unggul dalam kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, dan jaminan produk halal,” tambahnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Pariwisata, Dwi Juniarto, mengatakan, antara kelompok sadar wisata dengan lembaga halal merupakan langkah yang sangat strategis dan relevan dengan arah pembangunan pariwisata nasional saat ini.
"Kehadiran sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi indikator kualitas, kebersihan, keamanan, dan standar produksi yang baik. Oleh karena itu, sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan,” pungkasnya. (son/bud)
Editor : M. Ainul Budi