KEPUHARJO, Radar Semeru - Pekerjaan rumah pemerintah terkait permasalahan sampah di daerah masih cukup banyak. Apalagi, saat ini jumlah timbulan sampah baru di Lumajang juga ikut bertambah hingga 7 ton per hari.
Jumlah timbulan sampah baru itu berasal dari 55 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah beroperasi di Lumajang.
Baca Juga: 6 Dapur MBG di Lumajang Ditutup Sementara, Kenapa?
Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Agus Rahman Razaq mengatakan, peningkatan timbulan sampah membuat beban kerja petugas ikut meningkat.
"Jadi, kalau secara total ada peningkatan sekitar 7 ton perhari. Ini dampaknya tentu ke beban kerja kami ikut bertambah," katanya.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG menyumbang tambahan sampah hingga 3-4 persen. Sebab, sebelum SPPG beroperasi, sampah harian yang dihasilkan dari rumah tangga dan perkantoran mencapai 200 ton.
"Ini ada peningkatan tujuh ton, atau sekitar 3-4 persen. Tapi itu fluktuatif, kadang naik kadang turun," tambahnya.
Baca Juga: Atap Rumah Warga Lumajang Rusak, Diduga Gara-gara Sound Horeg
Mayoritas sampah yang dihasilkan dapur MBG ini diakui berjenis organik. Sehingga, dikategorikan masih mudah untuk diurai.
Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau agar ada pemilahan sampah di dapur.
"Tentu walaupun kebanyakan organik masih harus di pilah karena ada sampah jenis lain seperti plastik," pungkasnya. (son/bud)
Editor : M. Ainul Budi