ROGOTRUNAN, Radar Semeru - Jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG di Lumajang yang ditutup karena permasalahan teknis cukup banyak.
Total, ada 6 dapur yang sudah ditutup oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena ada masalah dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Adapun rinciannya, 3 SPPG diketahui milik Yayasan Almulk Mustofa Barokah di Kecamatan Pasirian, Padang, dan Tempursari.
Baca Juga: Dituduh Aneh-aneh, Ketua DPRD Bondowoso Geram dan Laporkan Sejumlah Akun Tiktok
Kemudian, SPPG Yayasan Berlian Berkah Jaya di Kecamatan Tempeh, SPPG Yayasan Arrohmah Kecamatan Pasirian, dan SPPG Yayasan Sahabat Insan Quran di Kecamatan Sukodono.
Ketua Satgas Percepatan MBG Lumajang Agus Triyono mengatakan, 6 SPPG yang mendapat suspend disebabkan karena pengelolaan limbah yang belum sesuai ketentuan.
Menurutnya, beberapa mitra pengelola SPPG seringkali mengabaikan rekomendasi tim teknis yang berkaitan dengan persyatatan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
"Jadi, ada sebagian mitra pengelola dapur yang mengabaikan rekomendasi terkait persyaratan SLHS nya. Dugaan saya itu yang ditutup karena pengolahan limbah belum sesuai," ucapnya.
Baca Juga: Atap Rumah Warga Lumajang Rusak, Diduga Gara-gara Sound Horeg
Koordinator SPPG BGN Lumajang Della Ayu Faradhika menjelaskan, penutupan operasional 6 dapur bersifat sementara. Dia menyebut, dapur boleh beroperasi kembali setelah IPAL dibenahi sesuai standar. "Ini penutupan sementara akan dicabut setelah mitra SPPG memenuhi dan memperbaiki IPAL sesuai ketentuan," pungkasnya. (son/bud)
Editor : M. Ainul Budi