DITOTRUNAN, Radar Semeru - Jumlah anak penderita penyakit jantung bawaan (PJB) cukup banyak. Sayangnya, seluruh rumah sakit di Lumajang belum memiliki dokter spesialis jantung anak.
Total, saat ini ada sebanyak 264 anak yang menderita jantung bawaan. Jumlah itu tercatat pada Yayasan Adventure Makelar Surga (AMS) Lumajang.
Baca Juga: PHRI Bondowoso Vakum Tiga Tahun, Kini Mulai Genjot Pembentukan untuk Dongkrak PAD
Ketua Yasayan AMS Lumajang Niken Suyanti mengatakan, temuan kasus PJB masih cukup banyak. Selain 264 anak yang masih menjalani proses pengobatan sampai tahun 2026. Ada 41 kasus temuan PJB baru di tahun ini.
"Sampai tahun ini ada 264 penderita yang terdata pada kami. Ada juga temuan baru sebanyak 41 kasus," ucapnya.
Menurutnya, sebagian anak-anak dengan PJB membutuhkan penanganan operasi untuk bisa sembuh. Namun, ketiadaan dokter spesialis jantung anak seluruh rumah sakit Lumajang, membuat penanganan penyakit tersebut harus dilakukan ke luar daerah.
"Dengan tidak adanya dokter spesialis PJB di daerah, membuat penanganannya masih harus keluar daerah. Itu pun membutuhkan biaya besar dan harus antre," tambahnya.
Baca Juga: Resmi! Marc Marquez Siap Comeback di MotoGP Mugello 2026 Usai Absen Dua Seri Akibat Cedera
Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan, pihaknya sedang berupaya untuk mewujudkan agar rumah sakit di Lumajang segera memiliki dokter spesialis jantung anak. Diakui, pemerintah saat ini sudah menjalin kerjasama dengan Univeritas Airlangga Surabaya untuk menyiapkan kader-kader dokter spesialis jantung anak bagi Lumajang.
"Jadi, kami sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Airlangga, agar ada mahasiswanya yang sedang PPDS, nantinya ada yang bisa mengisi kekosongan dokter spesialis di rumah sakit Lumajang," pungkasnya. (son/bud)
Editor : M. Ainul Budi