Radar Semeru - Kang Jo, begitulah nama panggilan seekor sapi asal Lumajang, yang menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto. Sapi jenis simental dengan berat mencapai 1,14 ton itu resmi dipinang Presiden sebagai hewan kurban pada Idul Adha tahun ini.
Pemilik sapi jumbo tersebut adalah peternak gen z asal Desa Sukosari bernama Rayhan Zaki Pratama. Sebelum dipilih menjadi hewan kurban Presiden, Kang Jo sudah dirawat pemiliknya selama kurang lebih tiga tahun.
Baca Juga: Si Pasa, Sapi Asal Tapen Bondowoso Jadi Kurban Presiden Prabowo
"Sapinya sudah saya rawat sejak 2024, jalan 3 tahunan, sudah saya anggap seperti keluarga sendiri," terangnya.
Menurut Rayhan, rahasia di balik bobot jumbo Kang Jo ada pada pemberian perhatian dan perawatan khusus. Selain memberikan pakan berkualitas dari campuran ampas tahu, konsentrat, dan rumput pilihan, kesehatan mental Kang Jo juga selalu diperhatikan.
“Inikan kalau sapi besar butuh pakan yang lebih banyak karbohidrat supaya cepat berkembang. Beberapa hari sekali juga harus dikeluarkan dari kandang biar moodnya bagus," tambahnya.
Baca Juga: Geledah Dua Lokasi, Kasus Hibah Bondowoso Naik Penyidikan,
Meski merasa berat melepaskan sapi kesayangannya, Reyhan merasa bangga karena ternak yang sudah dirawat sepenuh hati itu terpilih sebagai hewan kurban Presiden.
“Kalau dibilang sayang pasti sayang, tapi saya ikhlas, ini kebanggaan besar buat saya karena untuk dipakai kurban bapak Presiden," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan, sapi bantuan Presiden tahun ini memiliki bobot jauh lebih besar jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Nantinya, sapi bantuan bagi warga Lumajang itu akan diserahkan H-1 jelang Idul Adha ke Masjid Nurul Falah.
“Jadi, kalau tahun lalu penyalurannya di Masjid An-Nas Mahfud, nanti penyembelihannya untuk kurban tahun ini bergantian dan akan diberikan ke Masjid Nurul Falah," pungkasnya. (son)
Editor : M. Ainul Budi