Sapi itu milik Reyhan, peternak asal Desa Sukosari, Kabupaten Lumajang.
Rahasia di balik tubuh kekar Kang Jo rupanya ada pada "perawatan sultan" yang diberikan Rayhan.
Tak hanya pakan berkualitas yang terdiri dari campuran ampas tahu, konsentrat, dan rumput pilihan, Rayhan juga sangat memperhatikan kesehatan mental sang sapi agar tidak stres.
"Ini sapinya sudah saya rawat sejak 2024, sudah berjalan 3 tahunan dan saya anggap seperti keluarga sendiri," ucapnya.
Sementara itu Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memberikan apresiasi atas capaian peternak lokal ini.
Rencananya, Kang Jo akan diserahkan ke Masjid Nurul Falah pada H-1 Idul Adha untuk kemudian disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.