TOMPOKERSAN, Radar Semeru - Pemkab Lumajang mengawali program sehari ngantor di kecamatan terpadu (setor madu) tahun ini di Kecamatan Lumajang.
Program inovasi ini dianggap cukup efektif merespons berbagai kebutuhan maupun keluhan warga terkait pelayanan.
Termasuk juga dapat mendeteksi permasalahan sosial ekonomi masyarakat.
Sehingga, dalam penyusunan kebijakan oleh Pemkab Lumajang berdasar kondisi riil warga.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, program ini menjadi strategi untuk mendekatkan layanan sekaligus memperkuat pemetaan persoalan masyarakat secara langsung.
Baca Juga: CCTV, Linmas dan Patroli 24 Jadi Utama, Aksi Begal Masih Jadi Sorotan di Lumajang
Menurutnya, permasalahan ekonomi dan sosial masyarakat tidak selalu terlihat dalam laporan administratif.
Oleh karena itu, Pemkab Lumajang perlu turun langsung agar dapat membaca situasi lapangan secara utuh.
“Ketika pemerintah turun langsung, persoalan masyarakat lebih cepat diketahui. Dari situ solusi dapat disiapkan lebih tepat, karena kebijakan lahir dari kondisi riil yang dihadapi warga,” ujarnya.
Menurutnya, turun langsung ke wilayah, pemerintah dapat melihat kebutuhan yang belum tercatat, persoalan yang belum tersampaikan, serta kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian lebih cepat.
Model pelayanan seperti ini benar-benar menjawab permasalahan.
“Kadang persoalan tidak terlihat di atas kertas. Tetapi ketika kita hadir, mendengar, dan melihat langsung, maka pemerintah bisa memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam,” pungkasnya. (son/bud)
Editor : M. Ainul Budi