TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Aksi kriminalitas begal beberapa pekan terakhir di Lumajang ini memang sangat meresahkan. Pengendara diminta waspada saat melintas utamanya saat malam hari dan kondisi jalan sepi.
Salah satu pendukung agar meminimalisir begal dan alat bukti dari pihak kepolisian adalah kamera CCTV yang harusnya terpantau 24 jam serta terpasang di sejumlah titik rawan.
Baca Juga: Aset Tak Boleh Mangkrak, Pasar Hewan Locare Bondowoso Disiapkan Tarik Investor
Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan, keberadaan teknologi itu menjadi salah satu pendukung penting dalam penguatan sistem keamanan modern.
Selain membantu proses pengungkapan kasus, juga dinilai mampu meningkatkan kewaspadaan lingkungan sekaligus menjadi sarana pencegahan tindak kejahatan di ruang publik.
“Rekaman CCTV sangat membantu proses identifikasi dan penelusuran di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah,” ujarnya.
Menurutnya, tidak sedikit kasus kriminal berhasil terungkap berkat keberadaan CCTV. Seperti yang terbaru pengungkapan kasus pencurian sepeda motor di Jalan Kapuas, Kelurahan Jogoyudan belakangan ini.
Baca Juga: Begini Respon DPRD Lumajang Soal Maraknya Aksi Begal: Selain CCTV Poskamling Juga Urgent
“Rekaman kamera pengawas membantu aparat melakukan identifikasi dan penelusuran terhadap dugaan pelaku di lapangan. Rekaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan penyelidikan hingga aparat berhasil mengamankan terduga pelaku di luar daerah,” tambahnya.
Selain itu, alat perekam itu juga dinilai mampu meningkatkan kewaspadaan lingkungan sekaligus menjadi sarana pencegahan tindak kejahatan di ruang publik. (son/bud)
Editor : M. Ainul Budi